Berita Banyumas

Anak-anak Korban Banjir di Kemranjen Ikuti Trauma Healing, Diajak Bermain dan Belajar Bersama

Anak-anak korban banjir di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas mendapatkan bantuan makanan dan trauma healing, Minggu (1/11/2020).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Erna Husein membagikan makanan kepada anak-anak korban banjir sekaligus memberikan trauma healing di Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Minggu (1/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Banjir yang terjadi di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, juga berdampak pada anak-anak. Tak hanya kebutuhan fisik, dimungkinkan mereka mengalami trauma yang harus ditangani secara khusus.

Hal inilah yang mendorong pegiat Komite Perlindungan Anak Indonesia, Dr Tri Wuryaningsih, mendatangi anak-anak korban banjir di Kemranjen.

Bersama Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Banyumas, Tri melakukan trauma healing kepada anak-anak di Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Minggu (1/11/2020).

"Secara lahir, mereka perlu mendapat asupan makanan yang baik. Secara batin,k perlu trauma healing sehingga anak tetap sehat, bahagia, dan belajar secara tenang," ucapnya dalam rilis yang diterima Tribunbanyumas.com, Senin (2/11/2020).

Baca juga: Waspada Banjir, Purwokerto dan Cilacap Diperkirakan Diguyur Hujan Lebat Malam Ini

Baca juga: Banjir Belum Juga Surut, PMI Banyumas Galang Donasi Uang dan Barang. Bisa Dikirim ke Alamat Berikut

Baca juga: Pastikan Kesehatan Pengungsi, BPBD Banyumas Siagakan Tim Medis di Setiap Pengungsian di Kemranjen

Baca juga: Pengungsi Banjir di Banyumas Terus Bertambah, Warga Membutuhkan Selimut, Diapers, Juga Obat

Berdasarkan pemetaan BPBD, banjir juga berdampak pada anak-anak di Kemranjen. Catatannya, 15 anak dari Desa Sirau, 30 anak di Desa Sidamulya, dan 34 anak di Desa Grujugan.

Perlakuan kepada anak-anak korban banjir ini pun berbeda dari orang tua. Mereka mendapatkan makanan yang berbeda dari orang dewasa dan tempat khusus di ruang trauma healing.

Rangkaian program trauma healing telah disusun Komunitas Psiko Sosial dari Fakultas Psikologi UMP Purwokerto.

Tim UMP Purwokerto melakukan pendekatan psikologis kepada anak anak lewat berkegiatan, semisal senam, bermain, belajar bersama, makan bersama, dan istirahat cukup.

Upaya itu disambut baik dan sangat membantu, khususnya dalam menangani banyaknya anak sakit ketika awal banjir.

Anak-anak yang mulanya mengalami demam dan sakit perut, berangsur sehat dan gembira, tanpa ada trauma.

"Sudah tiga hari di pengungsian dan senang karena bisa belajar, senam, dan bermain bersama, dengan asupan makanan enak," ujar Eva, peserta trauma healing asal Desa Sidamulya.

Istri Bupati Banyumas, Erna Husein, menyatakan bahwa anak-anak terdampak bencana perlu terus disokong lewat program kesehatan yang memadai.

Baca juga: Tak Kunjung Beli Pelatihan Pertama, Kepesertaan 364.622 Penerima Kartu Prakerja Dicabut

Baca juga: Pendakian Gunung Andong Masih Uji Coba, Jumlah Pendaki Dibatasi 100 Orang Per Hari

Baca juga: Ingin Tukar Mata Uang Asing? Berikut Kurs Rupiah di 5 Bank Pagi Ini, Senin 2 November 2020

Baca juga: Buruh Ancam Demo Lagi 9-10 November di 24 Provinsi, Tuntut Kenaikan UMP dan Tolak UU Cipta Kerja

Karena situasi sekarang masih dalam masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir, juga dampak bencana yang biasanya paling mengancam keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan anak-anak.

Menurutnya, perlu upaya terpadu yang melibatkan lintas departemen semisal kesehatan, pendidikan, BPBD, dan masyarakat, untuk mengatasi.

Erna Husein menyerahkan bantuan bahan makanan di dua posko pengungsian di Desa Sirau dan Sidamulya Kecamatan Kemranjen.

Bantuan berupa mi instan 14 dus, beras 1 kwintal, minyak goreng 42 liter, gula 8 kilogram, bolu kering 6 dus, telor 100 kilogram, tahu 1 dus, dan tempe 6 papan. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved