Breaking News:

Berita Banyumas

Pastikan Kesehatan Pengungsi, BPBD Banyumas Siagakan Tim Medis di Setiap Pengungsian di Kemranjen

Di Kemranjen, banjir terjadi sejak Kamis (29/10/2020), di tiga wilayah, yakni Desa Sirau, Grujugan, dan Sidamulya. Ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Anggota BPBD Banyumas mengevakuasi warga terdampak banjir di Desa Sidamulya, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Minggu (1/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Pemkab Banyumas terus memantau wilayah yang masih kebanjiran, teruama di Kecamatan Kemranjen. Tak hanya memperhatikan dan mengevakuasi warga yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, mereka juga menyiapkan tim medis di setiap tempat pengungsian.

Di Kemranjen, banjir terjadi sejak Kamis (29/10/2020), di tiga wilayah, yakni Desa Sirau, Grujugan, dan Sidamulya. Ketinggian air bervariasi, mulai 0,5 meter hingga 1,5 meter.

Camat Kemranjen, Dwi Irawan Sukma mengatakan, tiga desa yang kebanjiran memiliki kondisi geografis cekungan.

"Desa Grujugan dan Desa Sidamulya menerima limpahan air dari tempat lebih tinggi, yaitu wilayah Munjur dan Rawaseser. Sementara, wilayah Desa Sirau, menerima limpahan air dari wilayah Desa Karangsalam, Kebarongan, Nusamangir, Sibrama dan Sibalung," terangnya, Minggu (1/11/2020).

Baca juga: Pengungsi Banjir di Banyumas Terus Bertambah, Warga Membutuhkan Selimut, Diapers, Juga Obat

Baca juga: Update Banjir di Banyumas: Pemkab Dirikan Dapur Umum dan Salurkan Bantuan Sembako

Baca juga: Banjir Rendam Rumah Warga di Desa Sirau dan Grujugan Banyumas, Ketinggian Air Mencapai 1,5 Meter

Baca juga: Sungai Lebeng Meluap Banjiri Kalisalak Banyumas, Warga Tak Sempat Selamatkan Gabah Hasil Panen

Sementara itu, Kepala BPBD Banyumas Titik Puji Astuti mengatakan, semua pengungsi telah ditangani di masing-masing desa.

Misalnya, warga di Sirau diungsikan di Grumbul (dukuh) Bantar Malang dan Grumbul Grujugan, sementara warga Sidamulya di MI Sijabur.

"Pengungsi dari Desa Sidamulya 54 KK, Grujugan 141 KK, Sirau 211 KK. Semua tempat pengungsian telah didirikan dapur umum dan persediaan makanan, peralatan mandi, selimut, dengan kelengkapan tim medis dari Puskesmas Kemranjen," katanya.

Kepala Desa Sidamulya Yatirun mengatakan, sudah tiga hari ini banjir menggenangi wilayahnya.

"Di Sidamulya, ada tiga balita, 13 anak-anak, sembilan remaja, 39 dewasa, dan 13 lansia yang masih bertahan di tempat pengungsian," tambahnya.

Sementara itu ditempat lain, yaitu Desa Kedung Gede, Kecamatan Banyumas, juga telah diupayakan pencegahan dampak banjir.

Tanggul Sungai Kedung Gede yang ambrol sepanjang 100 meter mulai ditambal secara darurat menggunakan karung-karung berisi pasir.

Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono telah menyumbang 10.000 karung kandi untuk diisi pasir ataupun tanah guna memperbaiki tanggul.

Baca juga: Hasil Seleksi CPNS Banyumas Diumumkan, Peserta Tak Lolos Diberi Waktu 3 Hari Ajukan Masa Sanggah

Baca juga: Jadi Penyelamat di Laga Kontra West Ham United, Diogo Jota Bawa Liverpool Puncaki Klasemen Sementara

Baca juga: Video Hujan Deras Picu Tanah Longsor di Kebumen

Baca juga: Portina Jateng Siap Populerkan Lagi Olahraga Tradisional, Ada Gobak Sodor, Benteng, dan Sunda Manda

Sadewo berharap, kehadiran pemerintah mampu mengatasi dan meringankan dampak banjir yang dirasakan warga.

Menurut Sadewo, satu upaya untuk mencegah banjir di wilayah tersebut, di antaranya pembuatan embung dan perbaikan saluran air. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved