Breaking News:

Berita Jateng

Portina Jateng Siap Populerkan Lagi Olahraga Tradisional, Ada Gobak Sodor, Benteng, dan Sunda Manda

Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia Provinsi Jawa Tengah siap memopulerkan kembali olah raga tradisional yang hampir punah.

Penulis: khoirul muzaki
Editor: rika irawati
Dok Tribun Banyumas
Anak-anak ceria memainkan permainan bakiak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Klaten, Minggu (29/7/2018). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Indonesia kaya akan seni dan budaya, termasuk di dalamnya permainan tradisional. Sayang, aneka permainan tradisional yang sarat nilai itu nyaris punah karena kurang mendapat perhatian.

Masyarakat, khususnya anak, yang masih memainkan permainan tradisi itu pun sudah jarang.

Anak-anak kini lebih dekat dengan permainan modern, termasuk gim daring (dalam jaringan).

Mereka kurang mengenal permainan tradisional yang sebenarnya tak kalah mengasyikkan.

Baca juga: Usai Hujan Lebat, Banjir dan Pohon Tumbang Terjadi di Sejumlah Wilayah di Kota Semarang

Baca juga: Libur Panjang, Ini Hasil Pantauan Dinporapar di Tempat Wisata Kabupaten Purbalingga

Baca juga: Dua Wisatawan Candi Borobudur Magelang Positif Covid-19, Asal Medan dan Tangerang

Atas keprihatinan itu, Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Provinsi Jawa Tengah siap memopulerkan kembali olahraga tradisional yang kini hampir punah.

Djuwari, pengurus Portina Jateng mengatakan, ada sejumlah olahraga berbasis permainan tradisi yang populer hingga akhir tahun 90-an, di antaranya gobag sodor, egrang, gebug bantal, patok lele, benteng, dagongan, sumpitan, gasingan, dan sunda manda.

"Portina Jateng, pada prinsipnya, nguri-uri kembali olahraga permainan rakyat. Sejak era TV swasta, nampaknya permainan itu sudah sangat jarang dimainkan," katanya saat rapat kerja Portina Jateng di Agro Karang Penginyongan, Cipendok Banyumas, Jumat (30/10/2020).

Dalam rilisnya, Direktur Agro Karang Penginyongan Liem Kuswintoro menyatakan, siap mendukung pengembangan olahraga tradisional yang diinisasi organisasi tersebut.

Terlebih, olahraga dan permainan tradisional tersebut akarnya dari rakyat sehingga sesuai nilai-nilai yang dianut bangsa.

Baca juga: Truk Pembawa 21 Pendaki Terguling di Pertigaan Cangkruk Karanganyar, Satu Alami Luka Patah Tangan

Baca juga: Jusuf Kalla Sebut Masa Pandemi Covid-19 Berakhir 2022 di Indonesia, Ini Hasil Analisisnya

Baca juga: KABAR BAIK, Upah Minimun Jateng 2021 Naik 3,27 Persen, Ganjar: Banjarnegara Wajib Menyesuaikan

Pihaknya pun siap menyediakan kompleks Agro Karang Penginyongan sebagai tempat ajang aneka perlombaan.

Bukan mustahil, aneka olahraga dan permainan tradisional ini nantinya diperlombakan melalui even yang lebih besar.

"Jika rakyat sehat, bugar dan gembira, akan meningkatkan imunitas yang berguna untuk melawan virus," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved