Berita Jawa Tengah

Penuhi Kebutuhan Calon Investor, Pemkab Batang Gandeng BKPM, Bentuk Joint Venture KIT Batang

perizinan serta permasalahan calo investasi menjadi perhatian khusus, dalam pengembangan KIT Batang yang kini menjadi incaran investor.

Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/BUDI SUSANTO
Bupati Batang, Wihaji. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Sejumlah permasalahan menjadi fokus Pemkab Batang dalam percepatan pertumbuhan ekonomi lewat pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT).

Untuk itu Pemkab Batang terus berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM).

Koordinasi secara intensif terus dilakukan guna mewujudkan visi percepatan pertumbuhan perekonomian nasional.

Pemetaan permasalahan terkait investor yang kini gencar melirik KIT Batang untuk menanamkan modalnya juga sudah dilakukan.

Baca juga: Batang Masih Berzona Merah Covid-19, Ini Permintaan Bupati Wihaji Kepada Warganya

Baca juga: Danau dan Pemandian Air Panas di Tol Atas Awan Kabupaten Batang, Belum Banyak Diketahui Pelancong

Baca juga: Siap-siap Bagi Pelaku Usaha di Batang, Pendaftaran BPUM Tahap II Dibuka Mulai Awal November

Baca juga: Jadi Surga Investasi Skala Nasional, KIT Batang Diprediksi Mampu Serap 150 Ribu Pekerja

Menurut Bupati Batang Wihaji, perizinan serta permasalahan calo investasi menjadi perhatian khusus, dalam pengembangan KIT Batang yang kini menjadi incaran investor.

"Untuk itu kami akan terus bersinergi dengan BKPM, dan mengarahkan semua investasi yang akan datang ke KIT Batang lewat satu pintu."

"Baik itu perizinan, serta melakukan filter terhadap calo investor," paparnya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (31/10/2020).

Dilanjutkannya, BKPM sebagai marketing investasi negara sangat berkompetensi dalam hal filter serta membantu percepatan masuknya investasi.

"Seperti instruksi Presiden Joko Widodo, tidak boleh ada yang mempersulit investor masuk."

"Misalnya ada permasalahan perizinan harus diselesaikan segera," paparnya.

Bupati Wihaji menerangkan, pemerintah akan membantu BKPM untuk mempercepat perizinan dan melayani calon tenan yang akan masuk ke KIT Batang.

"Antara perizinan dan calon tenant, harus berjalan secara paralel."

"Kalau perlu, jika ada permasalahan langsung diambil alih BPKM yang punya kewenangan dari daerah hingga pusat," paparnya.

Dia menuturkan, pekan lalu BKPM melakukan koordinasi bersama konsorsium, dan diminta untuk melakukan percepatan pembangunan KIT Batang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved