Selasa, 21 April 2026

Berita Jateng

Sidak Rest Area Ungaran dan Salatiga, Gubernur Ganjar Ingatkan Pengetatan Protokol Kesehatan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pengelola rest area di Tol Semarang-Solo tetap memperketat menerapkan protokol kesehatan.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (bermasker oranye) mengecek protokol kesehatan di Rest Area Tol Semarang-Solo KM 456 Salatiga, Jumat (30/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pengelola rest area di Tol Semarang-Solo tetap memperketat menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan virus Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Ganjar saat mengecek kondisi arus lalu lintas di rest area KM 429 Ungaran Kabupaten Semarang dan rest area KM 456 Salatiga.

"Kalau kami lihat data, kemarin, tanggal 28 Oktober, ada peningkatan (kendaraan) sedikit. Tapi, hari ini, relatif sudah bagus. Di beberapa rest area yang saya datangi, relatif semuanya terkontrol dengan baik. Alhamdulillah, belum ada lonjakan," terangnya dalam rilis yang diterima Tribunbanyumas.com, Jumat (30/10/2020).

Baca juga: Loka Wisata Baturraden Dipadati Wisatawan Sejak Kamis, Pengunjung Wajib Pakai Masker

Baca juga: 5 Bioskop di Kota Semarang Boleh Buka Lagi di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Daftarnya

Baca juga: Ingin Nikmati Pemandian Air Hangat Privat? Coba Pemandian Tertutup di Guci Tegal Ini

Baca juga: 2.500 Alat Peraga Kampanye di Kota Semarang Langgar Aturan, Akan Ditertibkan Pekan Depan

Menurut Ganjar, dari pantauan yang dilakukan, tidak ada penumpukan pengunjung. Pelayanan di rest area relatif lancar.

Sebelumnya, jajarannya telah melakukan sejumlah antisipasi apabila terjadi lonjakan pemudik. Di antaranya, pembatasan kapasitas maksimal 50 persen.

"Sampai hari ini masih tercover sehingga tidak perlu dilakukan pembatasan itu karena kondisi jalan masih lancar," katanya.

Ia meminta, aparat kepolisian yang berjaga dan pengelola rest area tetap ketat menerapkan protokol kesehatan.

Mewajibkan pengunjung untuk menjaga jarak, memakai masker, dan rajin mencuci tangan pakai sabun.

Terkait tempat wisata, Ganjar mengakui ada beberapa lokasi yang mengalami lonjakan. Kota Semarang misalnya, kondisi wisatawan cukup ramai namun semua masih terkendali dan penerapan protokol kesehatan dilaksanakan secara ketat.

"Di tempat wisata besar lain, semisal Borobudur, juga sama, protokol kesehatan diketatkan. Sampai hari ini, patroli terus berjalan dan belum menemukan satu kejadian yang luar biasa," ujarnya. (*)

Baca juga: Kompetisi Liga 1 Ditunda Lagi, Subsidi Belum Cair, GM PSIS Semarang: Klub Terancam Bangkrut

Baca juga: Pengemudi Taksi Online Ditusuk Penumpang di Cilacap, Pelaku Seorang Perempuan Berumur 18 Tahun

Baca juga: Banjir Rendam Rumah Warga di Desa Sirau dan Grujugan Banyumas, Ketinggian Air Mencapai 1,5 Meter

Baca juga: Banjir di Cilacap Terus Meluas, Seribuan Warga Masih Bertahan di Tempat Pengungsian

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved