Berita Nasional

Ringankan Beban Pekerja Terdampak Pandemi, Kemenaker Dapat Jatah Rp 500 Miliar

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah mengungkapkan, program JPS ditujukan untuk pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan.

Editor: deni setiawan
Dokumentasi Humas Kementerian Ketenagakerjaan
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemenaker) memiliki bekal Rp 500 miliar untuk melaksanakan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi pekerja terdampak pandemi Covid-19.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah mengungkapkan, program tersebut ditujukan untuk pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Termasuk yang dirumahkan, atau pekerja yang masih bekerja tetapi terdampak Covid-19.

Baca juga: Malam Ini Kualifikasi MotoGP Teruel 2020, Termasuk Dua Sesi Latihan Bebas, Berikut Jadwal Rincinya

Baca juga: Penertiban PKL, Anggota Satpol PP Kota Tegal Disiram Bensin, Polisi Masih Kumpulkan Bukti

Baca juga: Danau dan Pemandian Air Panas di Tol Atas Awan Kabupaten Batang, Belum Banyak Diketahui Pelancong

Baca juga: Awas Jangan Sampai Kamu Alami Toxic Positivity, Dampaknya Justru Bisa Negatif Loh

"Kami dalam kondisi pandemi Covid-19 ini menerima program Jaring Pengaman Sosial (JPS)."

"Itu kami gunakan untuk memberdayakan teman-teman yang terdampak," kata Ida seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu (24/10/2020).

Dia menjelaskan, program JPS tersebut diwujudkan dalam bentuk padat karya produktif, padat karya infrastruktur, dan pelatihan wirausaha.

Selain itu, JPS yang ditangani Kemenaker juga digunakan untuk mengembangkan wirausaha digital.

"Salah satunya, kami memberdayakan dan memfasilitasi teman-teman pelaku  entrepreneurship digital," ujar Ida.

Program-program tersebut, menurut Ida, berbeda dengan program kerja yang sudah dijalankan Kemenaker sebelumnya.

Dia menyebutkan, anggaran Rp 500 miliar di Kemenaker untuk JPS dapat diakses masyarakat melalui kelompok usaha masing-masing.

"Rp 500 miliar untuk semua program dan modelnya adalah kelompok."

"Satu kelompok maksimal 20 orang dengan berbagai kegiatan," kata Ida.

Selain untuk transformasi literasi digital, anggaran tersebut juga dimanfaatkan untuk mempertemukan para pelaku usaha mikro kecil.

Lalu mendorong agar segera masuk ke pasar digital.

"Tinggal kami dorong untuk masuk ke pasar digital," ujar Ida. (*)

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Kompas.com berjudul "Kemenaker Dibekali Rp 500 Miliar untuk Bantu Pekerja Terdampak Pandemi"

Baca juga: Siap-siap, Layanan WhatsApp Business Tak Bisa Lagi Dinikmati Gratis

Baca juga: Budi Susanto Gugat Pailit Maskapai Lion Air di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Begini Isinya

Baca juga: Empat Check Point Kembali Diaktifkan di Wilayah Perbatasan Banyumas, Diterapkan Mulai Pekan Depan

Baca juga: Lansia Punya Komorbid di Banyumas Diberi Gelang Warna Pink, Tanda Dilindungi dari Covid-19

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved