Breaking News:

Berita Lifestyle

Awas Jangan Sampai Kamu Alami 'Toxic Positivity', Dampaknya Justru Bisa Negatif Loh

Secara umum, toxic positivity adalah ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan perilaku menjaga optimisme, harapan, dan suasana yang baik.

SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI ekspresi kebahagiaan orang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO- Pada tahun ini ini mungkin perhatian masyarakat banyak yang terpusat pada hal-hal negatif.

Mulai dari pandemi Covid-19 yang tak jelas ujungnya hingga urusan politik.

Untuk meredakan kecemasan dan stres mungkin kamu berusaha memotivasi diri dengan pikiran positif.

Namun, tidak semua upaya melihat sisi baik kehidupan itu berdampak baik.

Tak jarang, kata-kata penyemangat itu malah menjadi toxic positivity.

Baca juga: Naik Pangkat, 357 PNS Diajak Minum Susu Kotak Bersama Bupati Banjarnegara

Baca juga: Lebih Kece Berwisata di Sipedang Banjarnegara, Ada Koleksi Tanaman Obat di Taman Sehat Pulas Garden

Baca juga: Jalan Penghubung Antar Desa di Madukara Banjarnegara Selesai, TMMD Sengkuyung Tahap III Ditutup

Baca juga: Terdampar di Desa Bawang, Deden Akhirnya Pulang ke Bandung Dibantu RSI dan Pemkab Banjarnegara

Secara umum, toxic positivity adalah ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan perilaku menjaga optimisme, harapan, dan suasana yang baik.

Meski sebenarnya yang bersangkutan sedang berada dalam situasi negatif atau stres.

Kalimat seperti, "Semua akan baik-baik saja! atau "Lihat sisi baiknya!" yang disampaikan kepada seseorang yang sedang terpuruk atau tertekan merupakan contohnya.

Toxic positivity justru dapat menimbulkan dampak emosional.

Sebab, kamu dipaksa untuk tetap cerah di dalam masa-masa yang penuh tekanan tanpa bisa mencurahkan apa yang dirasakan.

Halaman
1234
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved