Berita Semarang
Bakal Muncul Peringatan Otomatis Jika Tidak Pakai Masker, Ini Cara Trans Semarang Bikin Halte Sehat
Ini tujuannya, BLU Trans Semarang menempatkan thermal camera atau kamera pemindai suhu tubuh secara otomatis di halte.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - BLU Trans Semarang berupaya menerapkan pelayanan yang aman dari penyebaran Covid-19 di era tatanan kehidupan baru dengan menciptakan halte BRT sehat.
Trans Semarang menempatkan thermal camera atau kamera pemindai suhu tubuh secara otomatis di halte.
Setelah mencuci tangan dan membeli tiket, penumpang akan dicek suhu tubuh.
Baca juga: Karena Alasan Ini, Yoyok Tak Khawatir Semua Pemain Asing PSIS Semarang Bakal Hijrah
Baca juga: Anggota Dewan Ikut Kampanye, Bawaslu Kabupaten Semarang: Wajib Ajukan Izin Cuti
Baca juga: Idealnya Liga 1 2020 Dihentikan, Usulan Asisten Pelatih PSIS Semarang Karena Pertimbangan Ini
Thermal camera akan mendeteksi suhu tubuh penumpang secara otomatis.
Tak hanya itu, thermal camera tersebut juga mendeteksi penggunaan masker.
Jika penumpang tidak memakai masker, peringatan suara akan muncul dari thermal camera tersebut.
Plt Kepala BLU Trans Semarang, Hendrix Setyawan mengatakan, Trans Semarang baru menempatkan dua thermal camera yakni di Halte Simpanglima dan Halte Terminal Gunungpati.
Anggaran yang dikucurkan pengadaan thermal camera memang cukup besar yakni Rp 100 juta per kamera.
Karena itu, pihaknya melakukan pengadaan thermal camera secara bertahap untuk menyiapkan adaptasi kebiasaan baru.
"Kami utamakan halte-halte yang besar karena anggaran pengadaannya cukup besar," ucap Hendrix kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (22/10/2020).
Selain thermal camera, lanjut Hendrix, upaya lain menciptakan halte BRT sehat yaitu menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer.
Lalu pengaturan jarak, pembelian tiket secara nontunai, dan penyediaan masker bagi penumpang yang tidak menggunakan masker.
Baca juga: Beralih dari BBM ke BBG, Pertamina Serahkan Perangkat Konverter Buat Nelayan Cilacap
Baca juga: BMKG: Dampak Tertinggi Akibat La Nina di Jateng Bagian Selatan, Seperti Cilacap dan Banyumas
Baca juga: Bupati Cilacap Berurai Air Mata Ceritakan Adiknya, Helmi Bustomi Meninggal Karena Covid-19
"Kami sediakan masker, memang tidak banyak karena kami menekankan kesadaran dari penumpang itu sendiri," tambahnya.
Protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat di dalam armada.
Hendrix masih memberlakukan pembatasan 50 persen penumpang dalam armada.