Breaking News:

Berita Jawa Tengah

BMKG: Dampak Tertinggi Akibat La Nina di Jateng Bagian Selatan, Seperti Cilacap dan Banyumas

Paling tinggi pengaruh La Nina di Jawa Tengah bagian selatan seperti Kabupaten Kebumen, Purworejo, Cilacap, Banyumas, dan Purbalingga.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, Tuban Wiyoso. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pengaruh La Nina atau anomali iklim bisa meningkatkan curah hujan mencapai 40 persen dari hujan normal.

BMKG menyebut Jawa Tengah akan mengalami peningkatan curah hujan pada Oktober hingga November 2020.

"Beberapa wilayah sudah masuk musim penghujan dengan level 50 milimeter perdasarian."

"Pengaruh La Nina akan meningkatkan curah hujan pada Oktober, November 2020 lebih meningkat."

"Puncaknya adalah Januari hingga Februari 2021," kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, Tuban Wiyoso kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (20/10/2020).

Baca juga: Bupati Cilacap Berurai Air Mata Ceritakan Adiknya, Helmi Bustomi Meninggal Karena Covid-19

Baca juga: Saya Tidak Takut: Mahasiswa Ini Ngaku Diintimidasi Oknum Anggota DPRD Banyumas

Baca juga: Santri Positif Corona Tambah 76 Orang, FKPP Banyumas: Asal Klaster Ponpes Purwanegara Purwokerto

Baca juga: Masih Terpengaruh Masa Pandemi, Ini Skala Prioritas Pembangunan Tahun Depan di Purbalingga

Tuban mengatakan, dampak La Nina di tiap daerah berbeda-beda.

Paling tinggi pengaruhnya di Jawa Tengah bagian selatan seperti Kabupaten Kebumen, Purworejo, Cilacap, Banyumas, dan Purbalingga.

"Keadaan ini harus diwaspadai masyarakat dan pemerintah melakukan langkah antisipasi terjadinya banjir," ujarnya.

Saat ini, kata dia, masih masuk transisi atau peralihan.

Tandanya hujan lebat dalam waktu singkat yang terjadi pada siang dan sore hari.

Ada sejumlah hal yang harus diwaspadai masyarakat saat musim peralihan ini.

Biasanya hujan membawa angin kencang hingga menimbulkan puting beliung dan petir.

"Jangan berteduh di bawah pohon tinggi dan lebat saat hujan karena berpotensi terkena petir."

"Pohon lebat juga harus dipangkas rantingnya agar tidak mudah roboh."

"Hindari tanah lapang saat mau hujan, petir kerap juga menyambar di tempat terbuka," jelasnya. (Mamduh Adi)

Baca juga: Sertifikat Aset PT KAI di Banjarnegara Sudah Diterbitkan, Luasan Total 202.182 Meter Persegi

Baca juga: Percepat Pembangunan GOR Indoor! Desakan Bupati Batang Karena Progres Melambat 8 Persen

Baca juga: Kisah Santri Cirebon Rintis Perusahaan Dedy Jaya Group di Brebes: Jadi Kondektur Hingga Jual Bambu

Baca juga: Satu Pegawai Disdukcapil Temanggung Positif Covid-19, Diketahui Seusai Berkunjung ke Kebumen

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved