Polemik UU Cipta Kerja

4 Mahasiswa Tersangka Perusakan saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di DPRD Jateng Jadi Tahanan Kota

Mereka keluar dari tahanan Polrestabes Semarang pukul 00.00 dan meninggalkan mapolrestabes sekitar pukul 00.45 dini hari.

TRIBUNBANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Empat mahasiswa yang menjadi tersangka kasus pengrusakan saat demo menolak UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Jateng, bersiap meninggalkan Mapolrestabes Semarang setelah permohonan penangguhan penahanan mereka dikabulkan, Selasa (20/10/2020) dini hari. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Polisi mengabulan permohonan penangguhan penahanan yang diajukan empat mahasiswa, tersangka dugaan perusakan saat unjuk rasa menolak omnibus law UU Cipta Kerja di depan kantor DPRD Jawa Tengah, Selasa (20/10/2020) dini hari.

Keempat mahasiswa itu dialihkan status tahanannya dari tahanan rutan menjadi tahanan kota.

Mereka keluar dari tahanan Polrestabes Semarang pukul 00.00 dan meninggalkan mapolrestabes sekitar pukul 00.45 dini hari.

Para orang tua, mahasiswa, pihak universitas dan penasihat hukum para tersangka yang menunggu sejak sore langsung menemui mereka.

Baca juga: Buntut Demo Rusuh Tolak UU Cipta Kerja di DPRD Jateng, 4 Orang Diduga Pelaku Perusakan Ditahan

Baca juga: Demo Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja di Kota Semarang Rusuh, Massa Rusak Pintu Gerbang DPRD Jateng

Baca juga: 5 Demonstran Penolak UU Cipta Kerja di Purwokerto Dipulangkan setelah Dijemput Orangtua

Saat meninggalkan mapolrestabes, mereka menutup wajah dan langsung menuju ke mobil, menghindar sorotan awak media.

Satu di antara tim pengacara, Suseno, mengatakan Polrestabes Semarang mengabulkan permohonan penangguhan penahanan.

Pihaknya berharap, kejadian tersebut menjadi pelajaran para pengunjuk rasa agar bersikap secara bijak.

"Kami akan mengawal bersama-sama dari Unissula, LBH Semarang, LBH Ratu Adil, sampai P21 hingga persidangan," jelas advokat dari LBH Ratu Adil itu.

Ia menuturkan, keempat tersangka tersebut harus wajib lapor ke Polrestabes Semarang setiap hari Senin dan Kamis pukul 10.00.

Pengacara lain, Taufiqurohman mengucapkan terima kasih kepada Kapolrestabes dan Kasat Reskrim yang telah mengabulkan penangguhan penahanan.

Baca juga: Diguyur Hujan Sejak Pagi, Tebing 5 Meter di Pagedongan Banjarnegara Longsor Hantam Rumah Siswanto

Baca juga: Tak Munculkan Klaster Baru Covid-19, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Berharap Divonis Tak Bersalah

Baca juga: BREAKING NEWS: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Tewas dalam Kecelakaan di Tol Solo-Ngawi

Baca juga: Gegerkan Warga Brebes, Sesok Mayat Berkaus Biru dan Celana Pendek Hitam Ditemukan di Saluran Irigasi

Keempat tersangka tersebut bisa kembali beraktivitas di kampusnya.

"Keempat tersangka tersebut tidak boleh keluar kota," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved