Breaking News:

Polemik UU Cipta Kerja

5 Demonstran Penolak UU Cipta Kerja di Purwokerto Dipulangkan setelah Dijemput Orangtua

Polisi memulangkan lima demonstran yang diamankan saat aksi menolak UU Cipta Kerja di Alun-alun Purwokerto, Kamis (15/10/2020).

TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Polisi menembakkan gas air mata dan menyemprotkan air untuk membubarkan massa demo di Alun-alun Purwokerto, Kamis (15/10/2020) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Polisi memulangkan lima demonstran yang diamankan saat aksi menolak UU Cipta Kerja di Alun-alun Purwokerto, Kamis (15/10/2020).

Polisi mengonfirmasi, lima orang yang diamankan tak semuanya berstatus pelajar. Hanya tiga yang masih duduk di bangku sekolah, sementara satu orang merupakan mahasiswa, dan seorang lagi pengangguran.

Kasatreskrim Polresta Banyumas AKP Berry mengatakan, kelimanya telah dipulangkan ke orangtua dan keluarga masing-masing sekitar pukul 23.30 WIB.

"Semalam hanya diamankan, ada beberapa karena dari pada melakukan hal-hal lain. Kemudian, kami panggil orangtuanya untuk pembinaan," ujar AKP Berry kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (16/10/2020).

Baca juga: Polisi Amankan 5 Pelajar SMK Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja di Alun-alun Purwokerto

Baca juga: Demonstran Penolak UU Cipta Kerja Bertahan di Alun-alun Purwokerto, Polisi Bubarkan Paksa Pakai Air

Baca juga: Video Massa Tolak UU Cipta Kerja Terus Bertahan di Kawasan Pemkab Banyumas

Ketika dimintai keterangan, pihak orangtua dari kelima demonstran tersebut mengaku tidak mengetahui jika anaknya ikut dalam aksi turun ke lapangan, menolak UU Cipta Kerja.

"Para orangtua tidak mengetahui dan mereka berterima kasih kepada petugas karena sudah mengingatkan," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi mengamankan lima orang pascaujuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Alun-alun Purwokerto di depan kantor bupati dan gedung DPRD Banyumas, Kamis (15/10/2020).

Polisi membubarkan paksa aksi tersebut lantaran hingga pukul 20.00 WIB, massa memilih bertahan. Mereka enggan bubar sebelum DPRD dan bupati Banyumas meneken pernyataan menolak UU Cipta Kerja.

Polisi akhirnya menembakkan agas air mata dan menyemprotkan air.

"Kami bubarkan aksi karena kami sudah memberi peringatan sejak maghrib. Kami berikan kesempatan sampai pukul 20.00 WIB tetapi tidak bubar juga dan sudah mengganggu," ujar Kapolresta Banyumas, Kombespol Whisnu Caraka.

Baca juga: 1.510 Warga Pesantren Terpapar Covid-19, Kemenag Mulai Kirim Bantuan

Baca juga: Memprihatinkan, Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir di Brebes Hampir 600 Kasus dalam 2 Tahun

Baca juga: Diduga Jualan Pil Koplo, Mahasiswa di Kebumen Ditangkap Polisi saat Akan Berangkat Demo

Baca juga: Polisi Temukan Uang Palsu Senilai 497 Juta di Kardus saat Geledah Mobil di Minimarket di Brebes

Malam harinya polisi melakukan patroli keliling jika masih ada konsentrasi massa yang berkelompok.

Motor milik para demonstran yang terparkir di berbagai tempat juga diamankan pihak kepolisian untuk dikembalikan pada mereka.

"Tidak ada yang luka-luka, hanya semprot air dan gas air mata," ujarnya.

Pihak kepolisian juga memastikan tidak ada pengrusakan yang dilakukan para demonstran kemarin. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved