Konflik Armenia Azerbaijan

Doakan Warga, Paus Fransiskus Sesalkan Rapuhnya Gencatan Senjata Armenia dan Azerbaijan

Gencatan senjata itu terjadi pada Sabtu (10/10/2020). Paus pun mendoakan warga di wilayah konflik.

Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/AP/Divisione Produzione Fotografica
Paus Fransiskus merayakan Misa di ruang bawah tanah Basilika Santo Fransiskus, di Assisi, Italia, Sabtu, 3 Oktober 2020. 

Sementara, Armenia dan Azerbaijan sepakat melakukan gencatan senjata mulai Sabtu siang (10/10/2020), dan memulai "pembicaraan substantif" di Nagorno-Karabakh.

Kesepakatan itu diumumkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov setelah perundingan yang berlangsung 11 jam di Moskwa.

Dikutip dari AFP, Lavrov melanjutkan, pihak-pihak yang bertikai menyetujui gencatan senjata dari "jam 12.00 pada 10 Oktober dengan alasan kemanusiaan."

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova juga mengonfirmasi kepada AFP bahwa gencatan senjata akan dimulai Sabtu siang.

Waspada, Penipuan Modus Daftar Prakerja Beredar Lewat Whatsapp

Bertambah, 37 ASN Pemkab Kudus Positif Covid-19: 2 Orang Dirawat di Rumah Sakit

Ganjar Ajak Warga Jateng Beri Masukan Pascadisahkannya UU Cipta Kerja

Selama gencatan senjata yang dimediasi oleh Komite Internasional Palang Merah ini, kedua pihak akan bertukar jenazah dan tahanan, kata Lavrov sembari membaca sebuah pernyataan.

"Parameter konkrit dari gencatan senjata akan disepakati secara terpisah," bunyi pernyataan itu.

Diplomat top Rusia tersebut juga mengatakan, Armenia dan Azerbaijan setuju untuk mulai mencari solusi berkepanjangan atas sengketa wilayah itu.

"Azerbaijan dan Armenia memulai perundingan substantif dengan tujuan mencapai penyelesaian damai secepat mungkin," kata Lavrov kepada wartawan.

Ia menambahkan, pembicaraan semacam itu akan dimediasi oleh perunding internasional Minsk Group.

Perancis bersama dengan Rusia dan Amerika Serikat (AS) termasuk bagian dari kelompok yang menengahi konflik panjang kedua negara.

Mereka berkata bisa jadi ada terobosan tapi kepastiannya masih jauh.

"Kami bergerak menuju gencatan senjata malam ini atau besok, tetapi situasinya masih rapuh," kata kantor Presiden Emmanuel Macron dalam pernyataan kepada AFP, Jumat (9/10/2020). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Paus Fransiskus Sesalkan Gencatan Senjata yang Rapuh Antara Armenia dan Azerbaijan". 

Sumber: Kompas.com
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved