Breaking News:

Berita Jateng

Targetkan Jadi Provinsi Tenaga Surya, Ganjar Minta Perusahaan dan Kantor Pemerintah Bangun PLTS

Pemprov Jateng menargetkan menjadi provinsi tenaga surya pertama di 2025 lewat pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).

tangkap layar peresmian virtual PLTS Atap
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan secara virtual PLTS Atap di Klaten, Rabu (7/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Satu tahun setelah mendeklarasikan sebagai Jateng Solar Province, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengklaim, partisipasi sektor industri dan perkantoran menciptakan energi baru dan terbarukan (EBT) lewat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Atap cukup baik.

Tak dimungkiri, Jawa Tengah memiliki potensi tenaga surya cukup besar. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memberikan contoh saat dirinya gowes berkeliling Kota Semarang yang merasakan amat panas terpapar sinar matahari.

"Panasnya, sekitar 39,6 derajat. Saya memiliki keyakinan, dengan teknologi, panas tersebut bisa dimanfaatkan menjadi energi listrik yang bersih dan terbarukan," kata Ganjar saat meresmikan secara virtual PLTS Atap di Pabrik Danone-Aqua di Klaten, Selasa (6/10/2020).

Pengamat Dorong Penolak UU Cipta Kerja Segera Ajukan Judicial Review ke MK

Siap-siap, BLT Pekerja Tahap 5 Cair Mulai Hari Ini

Apindo Jateng Imbau Perusahaan Beri Sanksi Buruh Peserta Mogok Kerja Tolak UU Cipta Kerja

Secara geografis Jateng yang berada di daerah khatulistiwa memiliki intensitas penyinaran matahari 3,5 kwh/m²/hari-4,67 kwh/m²/hari sehingga seluruh wilayah di Jawa Tengah potensial untuk dibangun PLTS.

Karena itu, ia sangat mendukung pembangunan PLTS Atap. Hal ini ditandai dengan diterbitkannya Surat Edaran nomor 671.25/0004468 pada tanggal 1 Maret 2019 soal Implementasi PLTS Atap.

Isinya, mengimbau kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kepada perusahaan swasta di Jateng untuk membangun PLTS Atap di institusi masing-masing.

Gubernur menantikan partisipasi di sektor industri dan perkantoran di daerah lain lebih banyak untuk pemanfaatan sumber energi terbarukan dari tenaga surya ini.

Hingga saat ini, di Jawa Tengah, melalui berbagai sumber anggaran, baik dari pemerintah maupun dari sektor swasta dan masyarakat umum, telah terbangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, kurang lebih sekitar 127 unit dengan kapasitas total sekitar 5.199 kWp.

Pemprov Jateng berkomitmen merealisasikan target pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 21,32 persen di 2025, sebagai provinsi tenaga surya pertama di Indonesia.

Peresmian ini juga dihadiri secara virtual Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Harris Yahya; dan Sekertaris Direktorat Jenderal Industri Agro, Kementrian Perindustrian (Kemenperin), Emil Satria.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: rika irawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved