Berita Semarang
Alita Sering Teriak Tidak Kuat Menahan Sakit, Derita Bocah SD Pengidap Kista di Kota Semarang
Pak Gino berharap anaknya yang divonis terkena penyakit kista di RSUP dr Kariadi Semarang segera mendapatkan penanganan medis yang memadai.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Bukan tawa riang seorang bocah yang keluar dari mulut Alita (12), melainkan jerit rintih kesakitan.
Tangan bocah itu juga tidak seperti tangan anak lain pada umumnya yang sibuk untuk bermain gadget atau mainan lainnya.
Tangan kurus Alita justru terpasang infus.
Apalagi sewaktu sakitnya kumat, kedua tangannya selalu mendekap perutnya sebab di perut itulah letak kista yang menjadi sumber sakitnya.
• Bakal Ada Mutasi Jabatan Jelang Pilbup Semarang, Ketua DPRD: Bisa Timbulkan Konflik Kepentingan
• BP Jamsostek Bakal Fasilitasi GTT Kabupaten Semarang, Muslih: Biar Tidak Ada Kecemburuan
• Bupati Semarang Mundjirin Dipecat Sebagai Kader PDIP, Termasuk Anaknya Bina Munawa Hatta
• Pilkada Kabupaten Semarang, Berapa Dana Kampanye yang Disiapkan Paslon? Ini Jawaban Mereka
Ya, bocah perempuan kelas 6 SD itu mengidap penyakit kista.
Perutnya juga tampak membesar akibat penyakit tersebut.
"Dia kesakitan tiga hari terakhir, bahkan saya menemani hingga tidak tidur semalam suntuk."
"Selain menemani, saya juga mengurut punggungnya dengan harapan mengurangi rasa sakit," ujar Ayah Alita, Wagino (53) kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (3/10/2020).
Wagino merupakan warga di Karang Sari RT 06 RW 12 Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.
Pak Gino, sapaan akrabnya, memang dekat dengan putri bungsunya itu.
Apalagi setelah ibunya Alita atau istrinya, Marsih telah meninggal dunia dua tahun lalu.
Kini, Alita divonis dokter mengidap penyakit kista.
Hal itu ia ketahui ketika Alita dirawat di RS Ketileng atau RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang pada dua pekan lalu.
"Iya dokter bilang gitu, ada kista di perut anak saya."
"Benjolan memang ada di beberapa titik tubuh anak saya."