Breaking News:

Berita Tegal

Imbas Konser Dangdut, Pemkot Tegal Larang Warga Gelar Pesta Hajatan

Pasca-gelaran konser dangdut yang dihadiri ribuan orang dan menjadi pemberitaan nasional, Pemkot Tegal melarang warganya menggelar pesta hajatan.

Editor: rika irawati
KOMPAS.com/Tresno Setiadi
Warga berimpitan menyaksikan pentas dangdutan di tengah landemi yang digelar salah satu pejabat di Lapangan Tegal Selatan Kota Tegal, Rabu (23/9/2020) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Pasca-gelaran konser dangdut yang dihadiri ribuan orang dan menjadi pemberitaan nasional, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal akhirnya melarang warganya menggelar pesta hajatan.

Wakil Wali Kota Muhamad Jumadi mengatakan, hajatan pernikahan maupum khitanan tetap boleh digelar tanpa hiburan dangdut dan dibatasi maksimal 30 tamu undangan.

"Gelaran hajatan boleh. Namun, maksimal hanya dihadiri 30 orang. Tanpa hiburan seperti organ tunggal," kata Jumadi kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Penyidik Polda Limpahkan Berkas Kasus Konser Dangdut di Kota Tegal ke Kejati Jateng

Diperiksa 5 Jam, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Akui Abaikan Perintah Batalkan Konser Dangdut

Jadi Tersangka, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Hanya Dikenai Wajib Lapor

Buntut Konser Dangdut, Pemkot Tegal Akan Tutup Lagi Tempat Wisata Mulai 1 Oktober

Meski masih memperbolehkan hajatan, pihaknya tetap mengingatkan warga bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir dan harus bersama-sama mengambil langkah pencegahan penularan.

"Melihat situasi seperti ini, ya lebih baik untuk pernikahan, ijab kabul saja. Ini lebih baik untuk menghindari kerumunan," kata Jumadi.

Sebagai tuan rumah atau sohibul hajat, kata Jumadi, harus bisa mengontrol jalannya gelaran hajatan. Jangan sampai karena lengah pengawasan, menimbulkan kerumunan apalagi abai protokol kesehatan.

"Mengundang tamu boleh namun tuan rumah harus bisa mengatur. Sekali lagi, yang penting orangnya dibatasi, bukan besaran tendanya. Dan sekali lagi ditegaskan tidak boleh ada hiburan," ujarnya.

Sebagai informasi, gelaran pesta hajatan yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo, Rabu (23/9/2020), lalu dihadiri ribuan warga.

Publik termasuk aparat penegak hukum mesrepons hingga akhirnya penyelenggara dijadikan tersangka dan dijerat Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan.

Pascaperistiwa itu, dalam berbagai kesempatan Wakil Wali Kota M Jumadi menyampaikan Pemkot akan melarang gelaran pernikahan dan hanya boleh ijab kabul saja mulai 1 Oktober.

Kiper PSIS Semarang Fadli Pilih Kembali ke Kampus setelah Kompetisi Liga 1 Batal Dilanjutkan

Disdikbudpora Semarang Fasilitasi Siswa Tak Miliki HP dan Susah Sinyal, Belajar Lewat Siaran Radio

Warganya Partisipatif dan Kreatif, Desa Kemuning di Karanganyar Jadi Pilot Project Smart Village

Tak Tahan Sering Dimaki Kapolres, Kasat Sabhara Polres Blitar Ajukan Pensiun Dini

Pemkot Tegal akhirnya berubah pikiran dan menjadi memperbolehkan warganya menggelar hajatan namun tanpa hiburan.

Rencana yang akhirnya direalisasi mulai 1 Oktober adalah melarang objek wisata, kafe, dan usaha karaoke beroperasi selama sebulan yang dituangkan melalui surat edaran wali kota.

Kebijakan itu untuk pencegahan menghindari kerumunan mengingat kasus Covid-19 di Kota Tegal masih terus meningkat. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Buntut Konser Dangdut, Pemkot Tegal Larang Hiburan dan Batasi Tamu Hajatan". 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved