Breaking News:

Berita Semarang

Disdikbudpora Semarang Fasilitasi Siswa Tak Miliki HP dan Susah Sinyal, Belajar Lewat Siaran Radio

Disdikbudpora Kabupaten Semarang memanfaatkan saluran radio untuk menyampaikan materi pelajaran dalam program belajar jarak jauh.

TRIBUNBANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo meluncurkan program pembelajaran lewat radio di Studio Radio Suara Serasi, Kabupaten Semarang, Jumat (2/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang memanfaatkan saluran radio dalam program belajar jarak jauh (PJJ). Siswa dapat mengikuti pelajar lewat program SuPer On Air yang disiarkan Radio Suara Serasi.

Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo mengatakan SuPer On Air merupakan kepanjangan dari Suara PGRI Mengajar di Udara (SuPer On Air).

"Ini untuk mengurai keterbatasan sarana dan prasarana PJJ bagi mereka yang tidak memiliki handphone atau susah sinyal," terangnya saat peluncuran program siaran di Studio Radio Suara Serasi, Kabupaten Semarang, Jumat (2/10/2020).

Warganya Partisipatif dan Kreatif, Desa Kemuning di Karanganyar Jadi Pilot Project Smart Village

Penyidik Polda Limpahkan Berkas Kasus Konser Dangdung di Kota Tegal ke Kejati Jateng

Sandiaga Uno Dipastikan Jadi Jurkam Pasangan Gibran-Teguh di Pilkada Solo

Tim Task Force Kemenkes Apresiasi Penanganan Covid-19 di Kebumen

Menurut Sukaton, sejak pandemi Covid-19, banyak kendala dalam kegiatan belajar mengajar. Praktik pembelajaran juga susah dimonitor, terlebih, tidak semua orangtua dapat mendampingi siswa belajar mandiri.

Ia menambahkan, selama ini, sekolah di Kabupaten Semarang sebagian telah memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Tetapi, yang belajar dari rumah lebih banyak.

"Yang kami ambil zonasi, bukan sesuai wilayah kabupaten atau kecamatan tetapi desa dimana para siswa berada. PTM SD dan SMP yang sudah berjalan berkisar 61 persen, sedang TK belum," katanya

Sukaton menjelaskan, program pembelajaran lewat radio merupakan bagian dari inovasi menjembatani para siswa yang situasinya tidak memungkinkan mengikuti pelajaran lewat daring.

Dia mengungkapkan, secara teknis, program tersebut akan terus dikembangkan, termasuk pembuatan channel YouTube agar semakin memudahkan pola PJJ.

"Mulai Senin (5/10/2020) akan kami mulai siaran. Di pekan pertama, pelajaran untuk jenjang SD kelas 4,5, dan 6. Kemudian, SMP kelas 7,8, dan 9. Yang SD, ada empat mapel, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA-IPS. SMP juga sama mapelnya, ditambah Bahasa Inggris," ujarnya. (*)

Hasil Drawing Liga Champion: Messi dan Ronaldo Langsung Ketemu di Penyisihan Grup G

Dukung Jurnalisme Berkualitas, Google Bakal Bayar Berita Berlisensi Media Massa

Komitmen MA Berantas Korupsi Dipertanyakan: Obral Diskon Hukuman bagi Koruptor yang Ajukan PK

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 10 Ditutup Siang Ini, Belum Ada Kabar untuk Gelombang 11

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved