Berita Jawa Tengah
Masjid Pancasila Kebumen Jadi Simbol Pemersatu Umat, Berikut Ini Sejarah Berdirinya
Keberadaan Masjid Pancasila di Desa Tunjungseto, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen ini mengajarkan arti penting persatuan itu.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
Di luar nama dan bangunannya yang unik, Masjid Pancasila ternyata memiliki arti penting bagi masyarakat setempat.
Karena itu, sejak didirikan sekira 1967 lalu, masjid itu dibiarkan utuh.
Kecuali cat yang diperbarui dan perbaikan ringan lainnya.
Sebelum berdiri Masjid Pancasila, di lahan sama, berdiri masjid lama yang hancur karena bencana, di era pemerintahan Presiden Soeharto, pada 1967.
Bendungan Waduk Sempor saat itu jebol hingga banjir meluluhlantakkan desa-desa di sekitarnya.
Ratusan penduduk nyawanya terenggut akibat bencana itu.
Sebuah masjid yang terletak di sisi selatan atau bawah bendungan pun ikut hancur karenanya.

• Dinkes Cilacap: Istri Almarhum dan Petugas yang Mandikan Jenazah Juga Terpapar Covid-19
• Pelajar SMP Bikin Selebaran Palsu, Kehadiran KA Nusa Ekspres Relasi Cilacap-Tegal Dipastikan Hoaks
• DPO Kasus Penipuan Jual Beli Emas Tertangkap di Cilacap, Kajari Purwokerto: Sudah Inkrah Sejak 2012
"Masjid Pancasila dibangun untuk pengganti masjid lama yang hancur," katanya.
Setelah tragedi berlalu, pemerintah mendirikan masjid baru di bekas lahan masjid lama yang hancur.
Tetapi masjid yang dibangun di era kepemimpinan Presiden Soeharto itu didesain tak biasa.
Masjid dibangun dengan simbol-simbol persatuan.
Bangunan dibuat dengan bentuk persegi lima.
Tiang utama pun dibuat berjumlah lima.
Tempat ibadah yang diserahkan ke masyarakat desa oleh pemerintah itu kemudian dinamai Masjid Pancasila.
Yusiman mengatakan, Masjid Pancasila didirikan dengan makna dan tujuan mulia.