Berita Banyumas
Cegah Klaster Pondok Pesantren Meluas, FKPP Banyumas Bakal Cek Protokol Kesehatan di 30 Ponpes
Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Banyumas berencana memetakan 30 pondok pesantren yang rawan terhadap penyebaran Covid-19.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Banyumas berencana memetakan 30 pondok pesantren yang rawan terhadap penyebaran Covid-19.
Hal itu disampaikan Juru Bicara FKPP Enjang Burhanudin Jusuf dalam jumpar pers di Pendopo Sipanji Purwokerto, Kamis (1/10/2020).
Enjang mengatakan, pemataan tersebut termasuk melihat sejauh mana protokol kesehatan yang dilakukan 30 pondok pesantren tersebut.
Menurutnya, ponpes-ponpes itu dianggap rawan lantaran mobilitas tinggi dari para santri yang mayoritas berasal dari luar daerah.
• Bertambah Lagi, 136 Santri di Banyumas Positif Covid-19. Semua Tanpa Gejala
• Tracing Klaster Pondok Pesantren di Karangsuci, Dinkes Banyumas Swab 631 Santri dan Pengurus Ponpes
• Ganjar: Kunci Penanganan Klaster Ponpes Ada di Kerja Sama Kiai, Pengelola Ponpes, dan Pemerintah
• 100 Orang Jalani Rapid dan Swab Seusai Konser Dangdut yang Digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal
Dalam pemetaan itu, FKPP akan melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas, Kementeran Agama (Kemenag), juga Robitoh Ma'had Islamiah (RMI).
Menurut Enjang, sejak virus Covid-19 mewabah enam bulan lalu, pondok pesantren sudah berkoordinasi dengan Satgas penanganan Covid tingkat desa hingga kabupaten dalam rangka mencegah agar para penghuninya tidak terpapar.
"Kami membentuk Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pesantren. Sudah melaksanakan protokol kesehatan secara ketat enam bulan lalu. Kalau ada yang terpapar, kami sudah ikhtiar," ujarnya.
Adanya klaster pondok pesantren di Banyumas saat ini, menurut Enjang, menjadi peringatan agar semua pihak memperketat protokol kesehatan.
Apalagi, hampir 95 persen santri yang positif Covid-19 tidak bergejala.
"Santri-santri dalam kondisi baik secara fisik. Ketika mengaji dan salat, pakai masker. Setiap ruangan juga dilengkapi fasilitas hand sanitizer," jelasnya.
Saat memasuki era new normal pun, pihaknya juga menerapkan mekanisme protokol kesehatan. Terutama, saat menyambut santri dari luar daerah.
• Diperiksa 5 Jam, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Akui Abaikan Perintah Batalkan Konser Dangdut
• Adegan Penyiksaan Para Jenderal di Film G30S/PKI, Pakar Sejarah UGM: Itu Cacat Fakta
• Hajar Tuan Rumah Brighton 0-3, Manchester United Lolos ke Perempat Final Carabao Cup
• Suara Ledakan Terdengar di Paris, Gedung Bergetar dan Pertandingan French Open Dihentikan
Sebelum masuk ke area ponpes, setiap santri menjalani cek kesehatan dan wajib menyertakan surat keterangan sehat dari daerah asal.
"Karena jumlahnya banyak, santri datang dalam beberapa gelombang. Lalu, di screening. Barulah mereka masuk ponpes dan begitu terus sampai selesai," jelasnya.
Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat, Didi Rudwiyanto menambahkan, sebelumnya, pemkab telah menggelar rakor antara Forkominda dan FKPP. Hasilnya, mereka bersepakat membentuk Satgas penanganan Covid-19 tingkat ponpes.
"Setiap ponpes membuat Satgas penanganan Covid-19 dan akan ada pelatihan bagi anggota satgas pesantren. Nantinya, satgas ponpes akan melaporkan kondisi terkini santri kepada wali santri agar tidak ada kekhawatiran," jelasnya. (Tribunbanyumas/jti)