Breaking News:

Teror Virus Corona

Ganjar: Kunci Penanganan Klaster Ponpes Ada di Kerja Sama Kiai, Pengelola Ponpes, dan Pemerintah

Menurutnya, kunci penanganan klaster pondok pesantren di Jateng ini ada pada kerja sama antara ulama, pengelola ponpes, dan pemerintah.

TRIBUN BANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan, dibutuhkan sinergi semua pihak dalam penanganan penularan virus corona Covid-19 di lingkungan pondok pesantren.

Menurutnya, kunci penanganan klaster pondok pesantren di sejumlah daerah di Jateng ini ada pada kerja sama antara ulama, pengelola ponpes, dan pemerintah.

Hal itu disampaikan Ganjar saat rapat koordinasi secara virtual dengan Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 yang juga Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu (30/9/2020).

Bertambah Lagi, 136 Santri di Banyumas Positif Covid-19. Semua Tanpa Gejala

17 Santri di Banyumas yang Sembuh dari Covid-19 Masih Jalani Karantina

Taj Yasin Minta Santri Ponpes Jangan Dipulangkan Dahulu, Sementara Cukup Hentikan Kegiatan

Bukan Tes Swab, Pemkab Banyumas dan FKPP Sepakati Screening Kesehatan untuk Cegah Klaster Ponpes

Ganjar menambahkan, kerja sama semua pihak harus dilakukan untuk merumuskan penerapan protokol kesehatan yang ketat di lingkungan sekolah agama Islam tersebut.

"Kuncinya, ada di para kiai, nyai, sesepuh. Kemudian, peran Kemenag (Kementerian Agama) menjadi penting. Ulama bisa bertemu untuk sama-sama membuat aturan protokol di pesantren," kata Ganjar, dalam keterangan tertulis.

Selain itu, potensi penyebab penularan Covid-19 juga penting untuk diketahui masyarakat pesantren. Karena itu, dibutuhkan kader yang dilatih guna memberi edukasi dan menambah literasi terkait pandemi.

Nantinya, para kader tersebut didampingi Dinas Kesehatan setempat. Organisasi semisal Rabithah Al-Ma'ahid Al-Islamiyyah (RMI) NU hingga Asosiasi Para Gus (Asparagus) juga bisa mendampingi.

Setelah semuanya bertemu, Ganjar mengatakan, bisa dibuat protokol kesehatan yang tepat di kalangan pesantren. Setelah itu, bisa diketahui kekurangannya.

"Kalau kekurangannya sarana dan prasarana, ya mari pemerintah membantu. Maka, butuh kerjasama, antara pengelola ponpes dengan pemerintah," ujarnya.

Diperiksa 5 Jam, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Akui Abaikan Perintah Batalkan Konser Dangdut

Uji Klinis Vaksin Covid-19: 1.089 Sukarelawan Telah Disuntik Calon Vaksin

Pondok Pesantren di Bogor Dilockdown setelah 21 Santrinya Positif Covid-19

Dinkes Sleman: Ada Tiga Ponpes Dimana Santrinya Terkonfirmasi Positif Covid-19

Menurutnya, pengecekan penerapan protokol kesehatan di Jateng hingga hari ini terus dilakukan. Secara khusus, gerakan Jogo Santri terus digencarkan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved