Berita Tegal
Penonaktifan Kapolsek Tegal Selatan Kompol Joeharno, Ini Tanggapan Resmi Kapolres
Kapolres Tegal Kota, AKBP Rita Wulandari Wibowo mengatakan, penonaktifan tersebut merupakan suatu dinamika dalam sebuah organisasi.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Kompol Joeharno, resmi dinonaktifkan dari jabatannya sejak tiga hari yang lalu, pada Sabtu (26/9/2020).
Penonaktifan tersebut disampaikan oleh Kepala Humas Polri Irjen Argo Yuwono.
Kompol Joeharno dinonaktifkan sebagai Kapolsek Tegal Selatan, seusai viralnya konser dangdut yang diselenggarakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo di Lapangan Tegal Selatan, Kota Tegal, pada Rabu (23/9/2020) malam.
• Polisi Tetapkan Wasmad Edi Susilo Jadi Tersangka, Buntut Konser Dangdut di Kota Tegal
• Pedagang Sudah Cukup Trauma, Tiga Bulan Tak Bisa Berjualan di PAI Tegal, Minta Tidak Ditutup Lagi
• Kapolsek Tegal Selatan Dinonaktifkan, Irjen Pol Argo Yuwono: Karena Ada Pembiaran Konser Dangdut
• Menyoal Konser Dangdut di Kota Tegal, Mahfud MD: Polisi Harus Tegas, Pidanakan Pihak Penyelenggara
Menanggapi itu, Kapolres Tegal Kota, AKBP Rita Wulandari Wibowo mengatakan, penonaktifan tersebut merupakan suatu dinamika dalam sebuah organisasi.
Karena saat kejadian konser dangdut, Kompol Joeharno sedang memimpin di wilayah Kecamatan Tegal Selatan.
Ia mengatakan, penonaktifan Kompol Joeharno juga bersamaan dengan pemindahan tugas dari Polres Tegal Kota ke Polres Batang.
"Iya tentunya, karena kondisi pada saat itu yang bersangkutan itu memimpin di sana (red, Kecamatan Tegal Selatan) jadi Kapolsek."
"Kemudian ditemukan ada seperti ini (red, konser dangdut)."
"Tentu sangat wajar dilakukan pemeriksaan," kata AKBP Rita kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (29/9/2020).
AKBP Rita mengatakan, ketika terjadi seuatu tentu akan ada upaya pemeriksaan dari Propam.
Hal itu sudah normatif.
Ketika ditanya mengenai sanksi yang mungkin diberikan kepada Kompol Joeharno, AKBP Rita belum bisa menjawab.
Menurutnya pemeriksaan tersebut juga menjadi bagian dari berproses.
"Kami belum bisa menentukan karena ini sedang berproses."
"Sama dengan ini (red, kasus konser dangdut), semua sedang berproses," ungkapnya.