Berita Tegal
Pedagang Sudah Cukup Trauma, Tiga Bulan Tak Bisa Berjualan di PAI Tegal, Minta Tidak Ditutup Lagi
Para pedagang PAI Tegal merasa sudah cukup trauma dengan penutupan tiga bulan objek wisata di masa awal pandemi Covid-19.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Pedagang di objek wisata Pantai Alam Indah (PAI) Tegal, berharap Pemkot Tegal membatalkan kebijakan untuk menutup kembali sektor pariwisata.
Mereka merasa sudah cukup trauma dengan penutupan tiga bulan objek wisata di masa awal pandemi Covid-19.
Ketua Paguyuban Pedagang PAI Tegal, Roiman (53) berharap, tidak ada penutupan kembali objek wisata di Kota Tegal.
• Polisi Tetapkan Wasmad Edi Susilo Jadi Tersangka, Buntut Konser Dangdut di Kota Tegal
• Kapolsek Tegal Selatan Dinonaktifkan, Irjen Pol Argo Yuwono: Karena Ada Pembiaran Konser Dangdut
• Ini Penjelasan Langsung Wali Kota Tegal Kepada Gubernur Jateng Soal Konser Dangdut
• Menyoal Konser Dangdut di Kota Tegal, Mahfud MD: Polisi Harus Tegas, Pidanakan Pihak Penyelenggara
Hal itu supaya perekonomian bisa berjalan dengan lancar.
Menurut Roiman, yang terpenting protokol kesehatan Covid-19 tetap dilaksanakan di PAI Tegal.
"Harapannya tidak ditutup."
"Agar perekonomian bisa berjalan lancar," kata Roiman kepada Tribunbanyumas.com, Senin (28/9/2020).
Roiman menjelaskan, para pedagang merasa trauma dengan penutupan objek wisata di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Saat itu selama tiga bulan pedagang sama sekali tidak ada penghasilan.
Menurut Roiman, daripada ditutup ia memilih ada pembatasan jam buka di objek wisata.
Jika biasanya PAI Tegal tutup hingga pukul 22.00.
Ia mengusulkan agar PAI Tegal tutup lebih awal pukul 20.00.
"Kami memilih agar ada pembatasan jam saja, malamnya ditutup."
"Ya mentok-mentok sampai pukul 20.00," ungkapnya.
Roiman mengatakan, selama ini protokol kesehatan di PAI Tegal juga sudah berjalan.