Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

KPU Bolehkan Konser Musik Saat Kampanye Pilkada, Gubernur Jateng: Ora Usahlah, Kanggo Ngopo

Soal konser musik untuk kampanye Pilkada tercantum pada Pasal 63 ayat 1 huruf b PKPU Nomor 10 Tahun 2020.

KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
DOKUMENTASI - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Puri Gedeh Kota Semarang, Selasa (7/7/2020) petang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tidak sependapat dengan KPU terkait diperbolehkannya konser musik saat kampanye Pilkada Serentak 2020.

Dia meminta agar KPU mempertimbangkan kembali terkait hal itu.

Konser musik bisa menimbulkan kerumunan massa yang berpotensi akan menularkan virus corona (Covid-19).

Ganjar Belum Mau Tiru DKI Jakarta, Dirasa PSBB Belum Diperlukan di Jateng

Selama Dua Tahun di Jateng, Sudah Ada 54 WNA Dideportasi, Penyebabnya Karena Ini

Gubernur Ganjar Usulkan Debat Pilkada di Jateng Digelar Secara Virtual

41 Bakal Paslon Ditegur Bawaslu Jateng, Diduga Tak Penuhi Aturan Protokol Kesehatan

"Ora usahlah (janganlah), konser-konser yo nggo ngopo (konser musik ya buat apa)," kata Ganjar kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (17/9/2020).

Soal konser musik untuk kampanye Pilkada tercantum pada Pasal 63 ayat 1 huruf b PKPU Nomor 10 Tahun 2020.

Dengan syarat dibatasi maksimal 100 orang, menerapkan protokol kesehatan, dan berkoordinasi dengan tim gugus tugas di daerah.

Meskipun setiap gelaran tetap menerapkan protokol kesehatan, namun dikhawatirkan dalam konser musik ini banyak penonton yang mengabaikannya.

Menurutnya, acara seperti pentas musik dan event yang berpotensi mengundang massa.

Karenanya lebih baik dilakukan dengan memanfaatkan teknologi secara virtual.

Dalam aturan KPU tersebut, tidak hanya panggung musik.

Namun juga, membuka kesempatan para kandidat untuk menggelar kegiatan lain.

Semisal pentas seni, jalan santai, sepeda santai, bazar, hingga donor darah.

"Konser musik boleh, asal virtual," tegasnya.

Menurutnya, sebaiknya kandidat tidak menggelar event- event yang dapat memancing kerumunan massa.

"Lebih baik kampanye calon peserta Pilkada Serentak 2020 dilakukan dengan mengoptimalkan media sosial," ujarnya. (Mamduh Adi)

Satu Pejabat Pemkot Salatiga Terpapar Covid-19, Siti Zuraidah: Bersangkutan Adalah PNS Eselon II

Ini Kata Dragan Djukanovic Soal Kondisi Bek PSIS Semarang Wallace Costa

Festival Kota Lama Tetap Digelar, Konsepnya Drive in Concert, Dipusatkan di New PRPP Semarang

Petugas Lapas Kendal Temukan Botol Sampo Berisi Enam Pil Excimer, Wanita Ini Mengaku Cuma Dititipi

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved