Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Tak Ada Lagi Pendaftar, Yuni-Suroto Dimungkinkan Lawan Kotak Kosong di Pilkada Sragen

Tiga hari proses perpanjangan pendaftaran bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen tak diminati.

TRIBUNBANYUMAS/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen menutup proses perpanjangan pendaftaran bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Sragen, Minggu (13/9/2020) pukul 00.00 WIB. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN - Tiga hari proses perpanjangan pendaftaran bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen tidak diminati.

KPU pun memastikan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 Sragen hanya akan diikuti satu pasnagan calon, Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto, jika nantinya hasil verifikasi menyatakan mereka lolos.

Ketua KPU Sragen Minarso mengatakan, pendaftaran bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Sragen resmi ditutup pada Minggu (13/9/2020) pukul 00.00 WIB.

"Tidak ada lagi yang mendaftar sampai tiga hari proses perpanjangan pendaftaran bapaslon bupati dan wakil bupati Sragen. Tadi, pukul 00.00 WIB, pendaftaran resmi kami tutup," kata Minarso kepada Tribunbanyumas.com, Senin (14/9/2020).

KPU Kabupaten Semarang Minta Bakal Calon Wakil Bupati M Basari Perbaiki Berkas Soal Pekerjaan

Berkas 3 Calon Pendaftar Pilkada Kendal Tak Lengkap, KPU Tunggu Perbaikan Sampai 16 September

Tak Lolos Tes Kesehatan, Bakal Calon Wakil Bupati Joko Sutanto Gagal Ikut Pilkada Demak

Minarso mengatakan, kondisi ini akan mempengaruhi pencetakan surat suara. Nantinya, surat suara bergambarkan pasangan Yuni-Suroto dan kotak kosong.

Secara hukum, dijelaskannya, kotak kosong tersebut dihitung sebagai peserta sehingga boleh dipilih masyarakat.

Nanti, juga akan dilakukan pengundian bapaslon Yuni-Suroto akan berada di kotak sebelah kiri ataupun sebelah kanan.

"Waktu pemilihan nanti, surat suaranya ada dua kotak, satu kotak berisi gambar pasangan calon dan satu kotak tak bergambar atau kosong. Secara hukum, kotak kosong sebagai peserta jadi boleh dipilih dan sah," jelasnya.

"Nanti, juga dilakukan undian, bisa saja pasangan Yuni-Suroto kotak sebelah kiri, yang kosong kotak sebelah kanan. Bisa juga sebaliknya, tergantung undiannya," terang Minarso.

Sementara, apabila nanti hasil pemilihan dimenangkan kotak kosong, bupati dan wakil bupati Sragen akan diisi jabatan pelaksana tugas (Plt).

Nama Joko Widodo Masuk Daftar Tim Pemenangan Gibran-Teguh di Pilkada Solo, Begini Penjelasannya

Ada Denda Rp 500 Ribu bagi PNS di Pemprov Jateng yang Tak Pakai Masker. Ini Komenter DPRD Jateng

Spiderman Cilik Pekalongan Akhirnya Latihan Panjat Dinding Bareng FPTI: Suka Tapi Gemetar

Pasangan tunggal yang kalah dengan kotak kosong diperbolehkan kembali mencalonkan diri.

"Pasangan tunggal, ketika pilihan dengan kotak kosong kalah, pada pilihan selanjutnya boleh mencalonkan diri," lanjut Minarso.

Minarso mengatakan, berdasarkan ketentuan Pasal 4 ayat 2 Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 14 Tahun 2015, tahapan selanjutnya adalah penelitian persyaratan pencalonan dan syarat calon.

Setelahnya, KPU Sragen akan mengumumkan kepada masyarakat untuk memperoleh masukan dan tanggapan masyarakat sebagaimana ketentuan Pasal 91 Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2017.

Sementara itu, tes kesehatan bagi bapaslon bupati dan wakil bupati Sragen dijadwalkan hari ini, pukul 12.00 di RSDM Solo. (*)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved