Breaking News:

Teror Virus Corona

Ada Denda Rp 500 Ribu bagi PNS di Pemprov Jateng yang Tak Pakai Masker. Ini Komenter DPRD Jateng

Tak main-main, selain teguran lisan hingga tertulis, Pergub tersebut juga mengatur soal denda hingga Rp 500 ribu.

TRIBUNBANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto (tengah). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Tindakan tegas diperlukan untuk menekan angka kasus penularan virus corona Covid-19.

Untuk memotong penyebaran corona di lingkungan Pemprov Jateng, melalui Peraturan Gubernur (Pergub), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo akan mengenakan denda kepada jajarannya yang melanggar protokol kesehatan.

Tak main-main, selain teguran lisan hingga tertulis, Pergub tersebut juga mengatur soal denda hingga Rp 500 ribu.

Terkait denda uang Rp 500 ribu, DPRD Jateng angkat bicara. Dewan sepakat terkait pemberian sanksi apapun kecuali berupa uang.

"Denda uang, saya tidak sepakat. Tidak berani lah denda uang untuk PNS. Kalau pilih sanksi berupa materiil, sanksi potong TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai). TPP-nya dikurangi saja," kata Ketua DPRD Jateng, Bambang Kusriyanto, Minggu (13/9/2020).

Ganjar Minta Bantuan Warga, Kirim Foto ASN Pemprov Jateng Tak Gunakan Masker, TPP Bakal Dipotong

Ganjar Pastikan Daya Tampung Rumah Sakit di Jateng Khusus Covid-19 Masih Cukup

Ganjar Belum Mau Tiru DKI Jakarta, Dirasa PSBB Belum Diperlukan di Jateng

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan, semisal penggunaan masker, kaitannya dengan kedisiplinan dan ketaatan pegawai.

Jadi, lebih tepat hal itu dihubungkan dengan pemotongan TPP ketimbang PNS harus merogoh kocek untuk bayar denda.

"TPP itu kan urusannya dengan kinerja, ketaatan. Kalau mereka tidak pakai masker, artinya mereka tidak taat. Kalau sanksi lain, bisa penundaan kenaikan jabatan yang berkala dua tahunan itu," jelasnya.

Bambang mengatakan, pemberiaan sanksi di kalangan PNS Pemprov Jateng, sangat tepat lantaran para abdi negara ini juga menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat.

Penusuk Syek Ali Jaber Diduga Alami Gangguan Jiwa, Takut Dengar Materi Ceramah Ulama

Cek Rekening, BLT Karyawan Rp 600 Ribu Ditransfer ke 3,5 Juta Karyawan Hari Ini

Spiderman Cilik Pekalongan Akhirnya Latihan Panjat Dinding Bareng FPTI: Suka Tapi Gemetar

Bagaimana jadinya jika pemerintah teriak-teriak dan meminta masyarakat harus pakai masker sedangkan jajarannya diketahui ada yang mengabaikan.

"Imbauan atau perintah masyarakat harus pakai masker, ya di lingkungannya pakai masker. Sama saja sebenarnya, kalau pemerintah memperjuangkan gaji buruh selevel UMR, honorer di lingkungan pemprov juga harus sesuai UMR dulu," ujarnya. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved