Breaking News:

Teror Virus Corona

Ganjar Pastikan Daya Tampung Rumah Sakit di Jateng Khusus Covid-19 Masih Cukup

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengklaim kapasitas rumah sakit bagi pasien Covid-19 masih mencukupi dan memadai.

KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Puri Gedeh Kota Semarang, Selasa (7/7/2020) petang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengklaim kapasitas rumah sakit bagi pasien Covid-19 masih mencukupi dan memadai.

Diakui, tren kasus pasien covid di Jateng terus meningkat setiap harinya. Menurut data di laman corona.jatengprov.go.id, jumlah kasus corona per Minggu (13/9/2020) mencapai 17.925 kasus.

Sementara, pasien yang dirawat sebanyak 2.938 orang dengan penambahan 201 orang perhari ini.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menuturkan, ketersediaan bed atau tempat tidur isolasi rumah sakit di wilayahnya cukup digunakan untuk merawat pasien Covid-19.

Bos Djarum Kirim Surat ke Presiden, Protes Penerapan PSBB di DKI Jakarta

Peresmian Alun-alun Purbalingga Dipadati Warga yang Tak Jaga Jarak

Mulai Besok, Pemkab Pati Larang Warga Berkeliaran di Luar Rumah Pukul 22.00-04.00 WIB

Ia bilang, setidaknya bed baru terpakai 40,5 persen dari kapasitas yang ada.

"Seumpama kami menyiapkan (Asrama Haji) Donohudan, Boyolali, belum terpakai. Bank Jateng lama yang ada di Kota Lama, itu juga sudah kami siapkan, sama sekali nggak terpakai," jelas Ganjar dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Minggu.

Menurutnya, hingga 10 September 2020, dari total 3.343 bed isolasi yang tersedia, saat ini ada 1.355 bed yang terpakai.

Hitungan itu belum termasuk sejumlah tempat darurat yang disiapkan untuk isolasi yang hingga saat ini masih banyak.

Pemprov juga menyiagakan Rumah Sakit Bung Karno di Solo untuk tempat khusus perawatan pasien Covid-19 di Jateng.

"Termasuk, kalau rumah sakitnya kurang, kami menyiapkan RS Bung Karno Solo, itu mau kami khususkan. Tapi, sampai hari ini, juga belum dan itu masih standby, masih kosong, sebenarnya kami lebih banyak siaga," kata gubernur.

Berkas 3 Calon Pendaftar Pilkada Kendal Tak Lengkap, KPU Tunggu Perbaikan Sampai 16 September

Jenazah Bocah Perempuan Berpakaian Lengkap Ditemukan Terkubur di Lebak, Diduga Dibunuh Orangtua

Hore, Atlet Berprestasi di Banjarnegara Terima Insentif Rp 1,9 Juta Per Orang

Namun, ia tak berharap, bed isolasi dan kapasitas rumah sakit tersebut penuh.

Selain itu, masih banyaknya kapasitas rumah sakit tidak serta merta jadi alasan melonggarkan protokol kesehatan.

"Itu tidak berarti kita jadi tidak disiplin, lho. Jangan, lho, jangan sampai kita tidak disiplin. Mentang-mentang masih ada (tempat tidur kosong), terus mau dipenuhi, lebih baik kosong," ujarnya.

Ganjar menambahkan, upaya menjaga protokol kesehatan harus dilakukan bersama-sama. Yakni lewat penegakan hukum yang telah dimulai sejak 25 Agustus lalu. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved