Breaking News:

Berita Banyumas

Pemkab Banyumas Cegah Warga Berisiko Tinggi Tertular Covid-19 Lewat Program Ji Wong Jiga

Pemkab Banyumas tengah menyusun program Ji Wong Jiga (Siji Wong Siji Jaga) untuk mengawasi dan menjaga warga risiko tinggi berpotensi tertular corona.

Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pencegahan corona 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas tengah menyusun program Ji Wong Jiga (Siji Wong Siji Jaga) untuk mengawasi dan menjaga orang-orang dengan kategori komorbit atau penyakit pemberat.

Program ini bakal digalakkan guna menekan kasus Covid-19 yang kembali meningkat di wilayah tersebut.

"Memang mirip seperti Jaga Tetangga, saya sedang meminta data nama dan alamat, siapa saja yang berisiko sangat tinggi (tertular Covid-19) di Banyumas," ujar Bupati Banyumas Achmad Husein di Purwokerto, Selasa (8/9/2020).

Kematian Akibat Covid-19 di Banyumas Bertambah 2 Kasus dalam 4 Hari Terakhir

Masuk Zona Oranye Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka di Banyumas Batal

Pemdes Cibangkong Banyumas Gandeng Klub Aeromodeling Wujudkan Desa Wisata Dirgantara

Program tersebut adalah upaya saling jaga dan mengingatkan kepada warga yang rentan atau mempunyai penyakit pemberat.

Bupati mengatakan, pendataank sudah berjalan sepekan terakhir. "Saya mau mempertegas, pekan ini, data sudah terkumpul," tandasnya.

Program Ji Wong Jiga ini nantinya akan memanfaatkan fungsi aplikasi Mas Basid, yaitu aplikasi untuk memantau orang-orang rentan lewat komorbid atau berisiko tinggi terkena Covid-19.

Saat ini, reproduksi efektif (RT) Banyumas berada di angka 1.2 lebih dan menurut bupati, hal itu sudah tidak lagi masuk daerah hijau.

"Saat ini, masuk zona oranye. Itu artinya, berisiko sedang dan tidak boleh sekolah tatap muka. Bukan masalah anaknya tapi kakek neneknya yang rentan, atau orangtuanya yang mengajar bisa berpotensi tertular. Saya tidak mau ekonomi tumbuh tapi ada korban," ujarnya.

Berada di Musim Trasisi, Cilacap Diperkirakan Alami Cuaca Cerah Diselingi Hujan Hingga Oktober

Dapat Pendampingan dari PT Java Agritec, Petani Merica di Banjarnegara Siap Penuhi Target Ekspor

Sedapnya Nasi Adep-adep Khas Tegal, Kuliner dari Tradisi Pernikahan

Meskipun demikian, angka fatality rate di Banyumas masih tergolong rendah yaitu delapan kasus, rinciannya empat adalah komorbid berat dan empat kasus lain adalah kategori happy hypoxia. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved