Berita Pendidikan
Kisah Didi Khomsa Asal Banjarnegara, Guru Patungan Bantu Biaya Urus Registrasi KIP Kuliah di Unnes
Saat teman-temannya bisa istirahat dan bersantai bersama keluarga di rumah, Didi masih harus berjuang mencari uang hingga larut malam.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
"Karena saya diterima seleksi PTN Jalur Undangan."
"Sementara saya belum mendaftar KIP Kuliah," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (8/9/2020).
• Pengelola Wisata Abai Protokol Kesehatan, Pemkab Kendal Tak Segan Tutup Paksa
• Bawaslu Kabupaten Purbalingga: Simpatisan Bakal Paslon Masih Banyak yang Abai Protokol Kesehatan
• DPRD Dukung Pemkot Semarang, Pemberian Bansos Gunakan Kartu Semarang Hebat
Ia pun berucap tidak punya uang sama sekali untuk biaya registrasi awal.
Untungnya, banyak guru yang peduli dan membantu mencarikan jalan keluar untuknya.
Wali kelas Didi bersama guru-guru SMA Negeri 1 Sigaluh menggalang dana hingga terkumpul cukup untuk registrasi.
Didi lantas mengurus KIP Kuliah, dan menyurati Rektor Unnes agar permohonan beasiswa KIP Kuliahnya diterima.
Gayung bersambut, Didi bersama dua rekan sesekolahnya akhirnya dikabulkan mendapatkan beasiswa KIP Kuliah.
“Saya tidak perlu pusing lagi memikirkan biaya kuliah tiap semester dan biaya hidup selama kuliah” ujar Didi.
Di tengah keterbatasan ekonominya, Didi ternyata masih punya kepedulian tinggi terhadap warga lain yang lebih membutuhkan.
Dia sadar keberuntungan yang didapatkan selama ini buah dari perbuatan baiknya kepada orang lain.
Kini, sembari menunggu masa aktif perkuliahan secara daring, Didi tidak lagi berjualan setiap malam di warung angkringan.
Dia memilih menjadi relawan juru masak di Rumah Makan Rakyat.
Di warung itu, ia dan para relawan lain menyediakan makanan gratis untuk warga kurang mampu di Banjarnegara.
“Saya ingin terus berbuat baik untuk orang lain."
"Karena saya yakin hal itu akan kembali lagi kepada saya."