Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Biar Penanganan Kecelakaan Tak Seolah Hanya Polisi, Polres Semarang Bentuk Unit Keselamatan Terpadu

Dalam unit keselamatan itu turut tergabung Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, rumah sakit, Jasa Raharja, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang.

TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Satlantas Polres Semarang menggagas pembentukan unit keselamatan terpadu di Kabupaten Semarang. Hal itu disampaikan Kasatlantas Polres Semarang, AKP M Adiel Aristo beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Untuk mempercepat penanganan terhadap korban saat terjadi kecelakaan lalu lintas, Polres Semarang membentuk unit keselamatan terpadu.

Kasat Lantas Polres Semarang, AKP M Adiel Aristo mengatakan, selama ini ketika terjadi kecelakaan lalu lintas, penanganan seolah hanya menjadi tanggungjawab pihak kepolisian.

"Padahal instansi lain juga memiliki kewenangan."

"Karena itu kami membentuk unit keselamatan."

"Tujuannya, instansi lain terkait turut terlibat secara cepat dalam melakukan penanganan," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (7/9/2020).

Gran Max Disambar Kereta Barang di Jerakah Semarang, Satu Penumpang Luka Parah di Bagian Kepala

Latihan Tim PSIS Bakal Kembali ke Stadion Citarum Semarang, Fandi: Lumayan Capek Kalau di Kendal

Gunakan Pola Integrated Farming, Pekarangan Warga Desa Mernek Cilacap Hasilkan Rp 2 Juta Tiap Bulan

Lagu Baturraden Versi Pop Bakal Dirilis, Libatkan Jebolan Banyumas Talent Jovita Daniswara

Menurut AKP Aristo, pembentukan tim unit keselamatan terpadu tersebut juga mendukung adanya call center 112 yang telah diluncurkan Pemkab Semarang.

Dia menambahkan, nantinya dalam unit keselamatan itu turut tergabung Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, rumah sakit, Jasa Raharja, dan Dinas Kesehatan.

"Karena ini rangkaian dalam penanganan kecelakaan lalu lintas di jalan raya, baik penumpang umum maupun lainnya," katanya.

Dikatakannya, ke depan apabila masyarakat mengetahui kejadian kecelakaan lalu lintas tidak bingung menghubungi pihak mana.

Cukup memakai satu nomor di call center 112 yang telah disediakan Pemkab Semarang.

Kebijakan itu juga untuk mengikis adanya ego sektoral antar instansi terkait.

Pihaknya menyatakan, dengan pembentukan unit keselamatan tersebut diharapkan jumlah korban meninggal dunia karena kecelakaan pada jalan raya dapat berkurang.

"Nanti dalam unit terpadu itu pihak mana akan berbuat apa ketika terjadi kecelakaan sesuai tupoksi masing-masing."

"Misalnya polisi mengamankan lokasi dan olah TKP."

"Dinas lain membawa korban ke rumah sakit dan sebagainya," ujarnya. (M Nafiul Haris)

Sisi Barat Terminal Bobotsari Purbalingga Direvitalisasi Tahun Depan

Bintik Cipratan Hasilkan Kesan Artistik di Kain, Ini Batik Penyandang Disabilitas di Banjarnegara

Terobosan Cara Belajar Daring di Wonosobo, Siswa Bisa Ikuti Pembelajaran Melalui Radio

Sembilan Pegawai Nonjob Pemkot Tegal Sudah Kembalikan Dana Selisih TPP

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved