Pemuda Sukawera Banyumas Promosikan Potensi Desa Lewat Film Jajah Desa Milangkori
Para pemuda di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, mempromosikan desanya melalui sebuah karya film berjudul Jajah Desa Milangkori.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Banyak cara mengenalkan potensi desa agar makin dikenal masyarakat luas, satu di antaranya melalui karya film.
Seperti yang dilakukan para pemuda di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Mereka mempromosikan desanya melalui sebuah karya film berjudul 'Jajah Desa Milangkori'.
Film ini mengisahkan dua pemuda yang diberi tugas gurunya mencari ilmu di kehidupan nyata.
Dua pemuda yang merupakan santri ini juga diminta menularkan ilmu keagamaan kepada masyarakat yang mereka temui.
Film yang telah rampung produksi itu pun telah diputar perdana untuk ditonton warga di aula balai desa, Rabu (2/9/2020) malam.
• Taman Balai Kemambang Dibuka Lagi, Penjualan Tiket Dilayani secara Daring
• Ingin Pulihkan Ekonomi Akibat Wabah Covid-19, Pemkab Banyumas Berencana Utang Rp 200 Miliar ke Pusat
• Tubuh Wigi Terseret Ombak dan Tenggelam saat Mandi di Pantai Teluk Penyu Cilacap
• Larung Kepala Kerbau di Klidanglor Batang Tahun Ini Digelar Tanpa Wayangan
Kepala Desa Sokawera Mukhayat mengatakan, ide pembuatan film tersebut bermula dari upaya mengangkat potensi Desa Sokawera dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kreativitas anak-anak muda.
Idenya dari masyarakat yang disampaikan ke pemuda desa, kemudian dituangkan melalui pembuatan film.
"Ide awal kami membuat film ini yaitu bagaimana agar potensi Desa Sokawera bisa dikenal masyarakat luas. Kami melihat, banyak anak-anak muda di sini berbakat membuat konten video. Maka, kami ajak kerjasama untuk merancang konsep film yang sesuai kondisi desa," ujar Mukhayat kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (3/9/2020).
Mukhayat berharap, film tersebut menjadi sarana promosi Desa Sokawera untuk mengenalkan potensi yang ada, semisal potensi wisata di Bukit Kasturi, Baron Adventure Forest (Wana Pramuka), situs bersejarah Tabet Banyumudal, kesenian, serta sejumlah produk UMKM.
Mukhayat menuturkan, pembuatan film tersebut tidak didanai pemerintah desa. Namun, semua proses produksi dilakukan sukarela dari warga.
Kedepan, pihaknya berencana memproduksi film profil desa yang lebih lengkap, menggunakan anggaran desa.
"Jika aturan diperbolehkan, kami berencana membuat film menggunakan anggaran desa. Komitmen kami, ingin terus mendorong anak-anak muda di sini terus berkarya mengangkat semua potensi yang ada," jelasnya.
• Kompetisi Lanjutan Liga 1 Dimulai 1 Oktober, Ini Jadwal Lengkap Pertandingan di Pekan Ke-4
• Rumah Pria yang Dituduh Dukun Santet di Bima Ini Dibakar Massa, Uang Rp 200 Juta Ikut Ludes
• Polisi Gerebek Pesta Seks Sesama Jenis di Apartemen di Kuningan Jakarta Selatan
Produser film 'Jajah Desa Milangkori', Sulistya mengatakan, semua pemeran yang terlibat dalam film ini adalah warga Desa Sokawera.
Begitu pula karakter yang diperankan langsung oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas) adalah aparat yang bertugas di wilayah tersebut.
"Pemilihan para pemeran di sini tidak melalui seleksi atau casting. Kami bareng-bareng berkomunikasi menentukan siapa saja yang pantas memerankan tokoh yang ada. Sebisa mungkin, kami memilih peran orisinal, semisal tokoh kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkantibmas," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/pemutaran-perdana-film-jelajah-desa-milangkori-di-desa-sokawera.jpg)