Breaking News:

Berita Banyumas

Ingin Pulihkan Ekonomi Akibat Wabah Covid-19, Pemkab Banyumas Berencana Utang Rp 200 Miliar ke Pusat

Pemkab Banyumas berencana mengajukan pinjaman dana Rp 200 miliar kepada Kementerian Keuangan sebagai upaya pemulihkan perekonomian.

TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas saat pemaparan rencana pembangunan daerah di depan anggota DPRD Banyumas, Rabu (2/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten Banyumas berencana mengajukan pinjaman dana Rp 200 miliar kepada Kementerian Keuangan sebagai upaya pemulihkan perekonomian.

Rencana tersebut diungkapkan Bupati Banyumas Achmad Husein dalam rapat Paripurna Perubahan RAPBD 2020, di ruang rapat gedung DPRD Banyumas, Rabu (2/9/2020).

"Sebagai upaya mempercepat akselerasi ekonomi, kita harus ambil kesempatan sebaik mungkin. Kemenkeu mempersilakan kepala daerah untuk pinjam uang tanpa bunga, dengan jangka waktu 10 tahun," ujar Bupati, Kamis (3/9/2020).

Pada tingkat pusat, program tersebut sangat diminati bahkan informasinya, saat ini, dana pinjaman yang disediakan tersisa Rp 1 triliun.

Jajaki dengan Pemilik Lahan di DAS Cijalu, Pemkab Cilacap Ingin Bikin Wisata Terpadu di Majenang

Bupati Banyumas Dorong Warga Lestarikan Kuliner Berbahan Oyek

Hore, Wisata Air di Banyumas Boleh Buka Lagi Mulai Senin 7 September 2020

Dana tersebut difokuskan untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Kami berencana mengajukan pinjaman Rp 200 miliar. Return (pengembalian) 10 tahun harus pasti dan jangan sampai mengganggu perimbangan APBD kabupaten. Pinjaman tersebut juga harus masuk di APBD," terangnya.

Salah satu sektor yang akan didorong untuk dikembangkan dari dana tersebut adalah sektor pariwisata.

Menurutnya, sektor ini banyak menyerap tenaga kerja dan bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Beberapa tempat wisata yang bakal dikembangkan di antaranya wisata di Baturraden, Balai Kemambang, Taman Andhang Pangrenan, dan kawasan Jalan Soekarno.

Menurut Husein, masih ada lahan 10 hektar di kawasan Balai Kamambang yang bisa dikembangkan, semisal menjadi floating market seperti di Lembang, Jawa Barat.

Halaman
12
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved