Breaking News:

Berita Kesehatan

Vaksin Merah Putih Belum Diakui WHO, Wiku Adisasmito: Karena Masih Tahap Praklinis

Pengembangan vaksin buatan dalam negeri ini merupakan satu upaya pemerintah secara mandiri dalam menangani pandemi Covid-19.

Biro Pers Sekretariat Presiden
DOKUMENTASI - Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan dan fasilitas produksi vaksin milik BUMN PT Bio Farma dalam kunjungan kerjanya ke Kota Bandung, Selasa (11/8/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, vaksin Merah Putih yang sedang dikembangkan pemerintah belum masuk ke dalam daftar vaksin yang diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penyebabnya, vaksin buatan dalam negeri ini masih dalam tahap pengembangan pra-klinis.

"Kami tahu vaksin merah putih belum terdaftar di bawah WHO."

"Sebab masih dalam proses pengembangan secara pra-klinis sekarang ini," ujar Wiku seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (28/8/2020). 

Terbukti Tidak Gunakan Masker di Ruang Publik, 28 Warga Banyumas Didenda Rp 50 Ribu

Masih Kurang 22 Persen, Perusahaan Kabupaten Semarang Belum Daftarkan Pekerja di BP Jamsostek

Ini Alasan PKB Ikut Usung Hendi-Ita di Pilwakot Semarang 2020

Karena Sepi Orderan, Lima Perajin Logam Harus Gulung Tikar di Kota Tegal

Menurut Wiku, saat memasuki uji coba klinis pertama, vaksin akan diregistrasi dan terdaftar di WHO.

Wiku mengatakan, pengembangan vaksin buatan dalam negeri ini merupakan satu upaya pemerintah secara mandiri dalam menangani pandemi Covid-19.

Tentunya, pengembangan ini dilakukan sambil menanti proses penyelesaian uji klinis dari kandidat vaksin lain yang telah disepakati, yakni vaksin Sinovac.

Lebih lanjut, Wiku menjelaskan perkembangan terakhir dari vaksin Sinovac yang merupakan hasil kerja sama dengan China.

Pemerintah telah mengamankan sebanyak 290 juta dosis vaksin Sinovac.

"Persetujuan (penggunaan vaksin) itu kan membutuhkan proses uji klinis sampai mendapat lisensi distribusi," kata Wiku.

Halaman
123
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved