Berita Jawa Tengah

Masih Kurang 22 Persen, Perusahaan Kabupaten Semarang Belum Daftarkan Pekerja di BP Jamsostek

Adanya program pemerintah melalui Bantuan Subsidi Upah (BSU) manajemen perusahaan diminta mendaftarkan seluruh pekerja sebagai peserta BP Jamsostek.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Kepala Disnakertrans Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Disnakertrans Kabupaten Semarang mencatat ada sekira 13 ribu pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sejak mewabahnya pandemi virus corona (Covid-19).

Kepala Disnakertrans Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto mengatakan, dari belasan ribu pekerja yang di PHK perusahaan itu sebagian telah dipekerjakan kembali.

"Sisanya beralih profesi, kebanyakan pekerja itu semula bekerja pada perusahaan-garmen' title=' perusahaan garmen'> perusahaan garmen yang tersebar di Kabupaten Semarang," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (28/8/2020)

Sebelum Ujian SKB CPNS Pemkot Semarang, Peserta Diminta Isolasi Mandiri Selama 14 Hari

Ikut Latihan Bareng Selebritis FC, Pemain PSIS Semarang Ini Manfaatkan Waktu Jelang Pendidikan TNI

Mengintip Warga Pesahangan Cilacap Bikin Tikar Daun Pandan, Berburu Bahan Baku Sampai Cianjur

Terbukti Tidak Gunakan Masker di Ruang Publik, 28 Warga Banyumas Didenda Rp 50 Ribu

Menurut Djarot, adanya program pemerintah melalui Bantuan Subsidi Upah (BSU) manajemen perusahaan diminta mendaftarkan seluruh pekerja sebagai peserta BP Jamsostek.

Dia menambahkan, mewabahnya pandemi virus corona diharapkan menjadi refleksi perusahaan bahwasannya pekerja adalah aset yang harus diperhatikan dan dipikirkan kesejahteraannya.

"Karena dengan mengikutkan pekerja pada layanan jaminan sosial justru menguntungkan perusahaan."

"Maka kami pesan soal itu disadari betul agar tidak ada lagi PHK," katanya.

Pihaknya menyatakan, dari monitoring Disnakertrans baru sekira 78 persen perusahaan di Kabupaten Semarang yang mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BP Jamsostek.

Dia mengungkapkan, target pemerintah pada akhir 2020 seluruh penduduk atau pekerja di Kabupaten Semarang telah dicover BP Jamsostek.

"Mengacu angka itu anggaplah sampel sekira 1 juta penduduk, baru sekira 780 ribu orang."

"Sehingga masih tersisa 20 persen yang belum, dan itu kami harap akhir tahun sudah komplit."

"Kami paham Covid-19 sangat berpengaruh, dan semoga nanti perlahan hak pekerja soal asuransi itu dilayani," ujarnya. (M Nafiul Haris)

Empat Titik Ini Diusulkan Ada CCTV, Begini Tanggapan Dinhub Purbalingga

Tiap Akhir Pekan Pengunjung Dlas Serang Purbalingga Dapat Sayuran Gratis

Apa Kabar Dieng Culture Festival? Rencana Digelar Secara Virtual, Tunggu Izin Bupati Banjarnegara

KPU Jateng Minta Bakal Calon Kepala Daerah Mulai Siapkan Berkas Syarat Pendaftaran

Sumber: Tribun Banyumas
  • Berita Terkait :#Berita Jawa Tengah
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved