Breaking News:

Berita Kesehatan

Belasan Ruang ICU RSUD Wongsonegoro Semarang Disulap Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Direktur RSUD Wongsonegoro Semarang, Susi Herawati mengatakan, sebelumnya RSUD hanya memiliki dua ICU isolasi, kini ada 12 ruang.

TRIBUN BANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Direktur RSUD Wongsonegoro Semarang, Susi Herawati. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - RSUD Wongsonegoro menambah ruang ICU isolasi untuk merawat pasien Covid-19 yang mengalami gejala berat.

Direktur RSUD Wongsonegoro Semarang, Susi Herawati mengatakan, sebelumnya RSUD hanya memiliki dua ICU isolasi.

Pihaknya melihat, jumlah pasien yang berada di sistem informasi rujukan terintegrasi (sisrute) cukup banyak.

Hal itu menjadi keprihatinan tersendiri.

Karena Persoalan Ini, Bek PSIS Semarang Merasa Makin Sumpek di Rumah

Tertinggi di Indonesia, Jumlah ASN Pensiun Tak Sebanding Perekrutan di Kota Semarang

Diluncurkan, CCTV Analitics dan Semarang Satu Data, Ini Fungsi dan Tujuannya Menurut Hendi

Bawaslu Kabupaten Semarang Ikut Telusuri Dugaan Mahar Politik Partai Nasdem

Kemudian, RSUD akhirnya berupaya menambah 12 ICU isolasi untuk menampung pasien yang membutuhkan perawatan di ICU.

"Kami mengubah ruang ICU yang ada menjadi isolasi."

"Kami memerlukan waktu sekira dua minggu karena harus dipasang hepafilter," terang Susi kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (13/8/2020).

Dikatakannya, semua pasien yang dirawat di RSUD Wongsonegoro Semarang merupakan pasien pneumonia.

Apabila ada pasien memiliki gejala ringan ataupun tidak bergejala, dia akan menyarankan untuk dirawat secara mandiri atau di ruang isolasi rumah dinas.

Mayoritas pasien yang di rawat di RSUD memang mengalami gejala pernafasan karena virus ini menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Lebih lanjut, Susi menyebutkan, jumlah pasien Covid-19 di RSUD semakin menurun dibanding dua pekan lalu yang mencapai 107 pasien.

Saat ini, jumlah pasien hanya pada kisaran puluhan orang.

"Sekarang tinggal 74. Sempat 64 orang yang dirawat."

"Ini mudah-mudahan terus mengalami penurunan," ucapnya. (Eka Yulianti Fajlin)

Tiap Sekolah Wajib Bentuk Tim Gugus Tugas Covid-19, Jelang Belajar Tatap Muka di Salatiga

Kopi Kapulaga Hadir di Banjarnegara, Cita Rasa Rempahnya Bikin Tubuh Lebih Bugar

Belanja Kebutuhan Apapun Kini Cukup Pakai Aplikasi Dotukura, Tahap Awal Ada di Pasar Batang

Terkendala Syarat Sistem Tiket Non Tunai, Alasan Belasan Objek Wisata Belum Buka di Banyumas

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved