Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Zona Kuning Boleh Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Komisi E DPRD Jateng: Pemerintah Jangan Gegabah

Politikus Gerindra ini berkata, tidak hanya orangtua dan warga yang memiliki penyakit penyerta yang rentan terpapar virus serta berakibat fatal.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Yudi Indras Wiendarto (tengah) menjadi pembicara dalam talkshow pendidikan di masa pandemi, Senin (10/8/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengizinkan sekolah yang berada di zona hijau dan kuning untuk kembali melakukan pembelajaran tatap muka.

Tentu saja, penerapannya dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan secara ketat.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto meminta agar pemerintah tak gegabah.

Mulai Tahun Depan, Semua Sekolah Swasta di Jateng Pasti Dapat Dana Bosda

Sekolah di Zona Kuning Boleh Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Begini Isi Revisi SKB Empat Menteri

Pemberlakuan Sistem WFH 50 Persen di Lingkungan Pemkab Kendal, Sekda: Diterapkan Mulai Hari Ini

Dugaan Mahar Politik Pilkada Kabupaten Semarang, DPP Partai Nasdem Diminta Usut Tuntas Oknum

Jika benar direalisasikan, kebijakan itu dinilai sangat membahayakan siswa.

Apalagi saat ini angka kasus Covid 19 di Jawa Tengah masih terus naik.

"Sewaktu jumlah kasus masih sedikit, KBM (kegiatan belajar mengajar) dibuat daring."

"Eh saat ini ketika kasus melonjak justru akan dibuat tatap muka."

"Kami kira ini kebijakan yang tidak pas," ujar Yudi kepada Tribunbanyumas.com, Senin (10/8/2020).

Kemendikbud mencatat ada 43 persen siswa yang berada di zona hijau dan kuning.

Sedangkan 57 persen lainnya berada di zona merah dan orange.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved