Berita Semarang

MAJT Semarang Tetap Gelar Salat Iduladha, Berikut Protokol Kesehatan yang Wajib Ditaati Jamaah

MAJT Semarang Tetap Gelar Salat Iduladha, Berikut Protokol Kesehatan yang Wajib Ditaati Jamaah

TribunJateng.com/Hermawan Handaka
Ilustrasi salat berjamaah di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang - Pada hari raya iduladha 2020, MAJT Semarang tetap menggelar salat ied di masjid, tetapi disertai dengan protokol kesehatan yang ketat, yang wajib ditaati oleh jamaah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Masjid Agung Jawa Tengah ( MAJT) akan menyelenggarakan salat Iduladha dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Protokol kesehatan tersebut wajib ditaati calon jamaah yang ingin mendirikan salat ied di MAJT Semarang.

Protokol kesehatan itu antara lain jemaah harus berwudu dari rumah, membawa sajadah sendiri serta memakai masker.

Mengintip Pelaksanaan Ibadah Haji di Tengah Pandemi Covid-19, soal Kerikil Jumrah dan Air Zam-zam

Tak Ada Salat Iduladha di Alun-alun Banjarnegara, Sekda: Masih Zona Merah, Kita Patuhi Protokol

Ramai Ponsel Ilegal, Begini Cara Cek Legalitas Produk dan Nomor IMEI Smartphone

Lazismu Jateng Terima Bantuan Publikasi untuk Pelaksanaan Program Kurban Rendangmu

"Bila jemaah tidak menaati ketentuan tersebut maka akan diminta pulang oleh petugas," kata Ketua Pelaksana Pengelola MAJT, Prof KH Noor Achmad, dalam keterangan pers, Rabu (29/7/2020).

Selain itu, lanjutnya, suhu badan jemaah ketika masuk kompleks MAJT akan dicek, disemprot disinfektan dan diarahkan jaga jarak secara ketat.

Menurutnya, dalam situasi pandemi dimana angka kasusnya masih tinggi, MAJT harus memperketat aturan bagi jemaah.

Selain itu, harus ada ketegasan bagi jemaah yang melanggar.

"Saya mohon agar jemaah benar-benar disiplin terhadap protokol kesehatan ini, untuk kesehatan bersama."

"Jangan muncul klaster baru di MAJT di tengah Salat Id. Maka keselamatan jemaah harus dijaga bersama dengan menerapkan disiplin tinggi," ucapnya.

Karena itu, dalam salat Iduladha di tengah pandemi Covid-19 ini, MAJT tidak mengutamakan jemaah banyak yang biasanya mencapai 30 ribu orang, tetapi yang terpenting standar protokol kesehatan terjaga secara baik.

Sementara, bertindak sebagai khotbah saat Salat Id yakni Prof KH Noor Achmad dengan topik haji dan ibadah kurban mengukuhkan persatuan.

Sedangkan imam salat akan dipimpin KH Zaenuri Achmad.

Hingga posisi Rabu ini, jumlah hewan kurban yang terkumpul di MAJT sebanyak 9 sapi dan 5 kambing.

Kurban sapi antara lain dari Kapolda Jateng, Irjen Pol Achmad Lutfhi, Bank Jateng, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), BPKB Jateng, BPN Jateng, Kodam IV Diponegoro.

Sedangkan 5 kambing dari Prof Dr Noor Achmad, Grab 3 kambing dan 1 kambing dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jateng.

Rencana pemotongan dan distribusi daging hewan kurban akan dilaksanakan hari Sabtu (1/8/2020) untuk dibagikan ke masyarakat sekitar. (*)

5 Nakes di Solo Positif Covid-19, Dinkes: Total Ada 7 Kasus Baru Infeksi Virus Corona

Begini Syarat Penerapan New Normal Menurut WHO dan Bappenas, Daerah Mana Sudah Siap?

Klenteng Terbesar di Indonesia Ditutup Paksa, Konflik Kepengurusan Kwan Sing Bio Tuban

57.000 Ton Emas Keraton Yogyakarta Dirampas, Trah HB II Minta Inggris Kembalikan dan Mohon Maaf

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved