Berita Regional
Klenteng Terbesar di Indonesia Ditutup Paksa, Konflik Kepengurusan Kwan Sing Bio Tuban
Klenteng Terbesar di Indonesia Ditutup Paksa, Konflik Kepengurusan Kwan Sing Bio Tuban
TRIBUNBANYUMAS.COM - Bermula dari konflik kepengurusan, klenteng terbesar di Indonesia, Kwan Sing Bio, di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ditutup paksa secara sepihak oleh pengurus baru.
Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, yang terletak persis di pinggir jalur pantura ini ditutup paksa pada Selasa (28/7/2020).
Penutupan itu diduga dilakukan kepengurusan baru Klenteng Kwan Sing Bio, di bawah kepemimpinan Tio Eng Bo (Mardjojo).
• 5 Nakes di Solo Positif Covid-19, Dinkes: Total Ada 7 Kasus Baru Infeksi Virus Corona
• Indonesia Lewati 100.000 Kasus Covid-19, Tertinggi di Asia Tenggara, Epidemiolog Desak WFH Kembali
• Begini Syarat Penerapan New Normal Menurut WHO dan Bappenas, Daerah Mana Sudah Siap?
• Lazismu Jateng Terima Bantuan Publikasi untuk Pelaksanaan Program Kurban Rendangmu
Kuasa hukum Tio Eng Bo, Anam Warsito membenarkan pihaknya bertanggung jawab atas penggembokan itu.
"Benar kita yang gembok, kita lakukan jam sembilan malam lebih saat semua sudah keluar, jadi kita tunggu," kata Anam saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (29/7/2020).
Anam menjelaskan awal mula penggembokan klenteng tersebut.
Awalnya, pengurus kubu Tio Eng Bo dilarang melakukan doa bersama dan sembahyang di klenteng pada Jumat (24/7/2020).
Anam menyebutkan, pengurus dari kubu Alim Sugiantoro mengunci pintu masuk klenteng dari dalam pada hari itu.
Mereka, kata Anam, beralasan kubu Tio Eng Bo akan melakukan hal yang tak diinginkan.
Setelah aksi penolakan itu, terpasang spanduk informasi larangan beraktivitas di klenteng selama pandemi Covid-19.
Spanduk yang terpasang di pintu masuk itu tak menjelaskan sampai kapan klenteng terbesar di Indonesia itu ditutup.
"Padahal, saat itu kita sampaikan mau sembahyang doa bersama sebagai ucapan rasa syukur atas terbitnya surat pengesahan dari Kementerian Agama tentang susunan kepengurusan Klenteng Kwan Sing Bio periode 2019-2022 yang diketuai Tio Eng Bo," jelas Anam.
Kubu pengurus Tio Eng Bo tak terima dengan perlakuan itu. Mereka bermusyawarah dan sepakat menutup paksa pintu masuk klenteng.
"Pengurus yang sah kami, ya kami gembok sekalian sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Anam.
Dianggap keterlaluan