Breaking News:

Berita Regional

57.000 Ton Emas Keraton Yogyakarta Dirampas, Trah HB II Minta Inggris Kembalikan dan Mohon Maaf

57.000 Ton Emas Keraton Yogyakarta Dirampas, Trah HB II Minta Inggris Kembalikan dan Mohon Maaf

wikipedia.org
Gambar wajah Raja Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono (HB) II. Keturunan atau trah Raja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono (HB) II menuntut permintaan maaf dan pengembalian harta jarahan --di antaranya 57.000 ton emas-- selama Perang Sepehi dari Pemerintah Inggris. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, YOGYAKARTA - Sejumlah manuskri, berbagai hal penting, hingga 57.000 ton emas dirampas Inggris dari Keraton Yogyakarta, semasa Sultan Hamengku Buwono (HB) II bertahta.

Demikian klaim yang disampaikan oleh keturunan atau trah Raja Keraton Yogyakarta, Sultan HB II.

Karena itu, keturunan atau trah Raja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono (HB) II menuntut permintaan maaf dan pengembalian harta jarahan selama Perang Sepehi dari Pemerintah Inggris.

Viral Cerita Perbudakan di Kereta Emas Belanda, Muncul Petisi Online, Ribuan Orang Menggugat

Tanah Rampasan KPK Seluas 53 Hektare Diserahkan ke TNI-AD, KSAD Andhika Perkasa: Kami Gembira

Soal Masker, Anies Baswedan: Seperti Mengatakan Saya Tidak Peduli dengan Keselamatan Anda

Keris Pangeran Diponegoro yang Disita Belanda Dikembalikan ke Indonesia Setelah 2 Abad Berselang

Tuntutan permintaan maaf itu disuarakan untuk meluruskan sejarah soal Perang Sepehi yang terjadi pada Juni 1812 dan pengembalian harta rampasan.

Sebanyak 57.000 ton emas yang dirampas dari Keraton Yogyakarta saat perang terjadi turut diminta untuk dikembalikan.

"Geger Sepehi, proses penyerangan, perampasan Inggris dengan berbagai kelompok, di situ terjadi peperangan, sehingga terjadi dampak yang tidak diinginkan."

"Seperti perampasan dokumen manuskrip, karya sastra, hingga perhiasan," kata perwakilan trah HB II, Fajar Bagus, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/7/2020).

Menurut Fajar, sudah ada upaya untuk mendata hasil jarahan Perang Sepehi yang tersebar di Inggris dan Eropa selama satu tahun terakhir.

Pada 2018 dan 2019, dia menyebutkan, ada beberapa manuskrip yang dikembalikan.

Fajar mengatakan, tuntutan pengembalian hasil jarahan oleh Pemerintah Inggris, termasuk ribuan ton emas, bukan tujuan utama keluarganya.

Keturunan HB II hanya ingin ada pelurusan sejarah soal Perang Sepehi, sehingga Raja Keraton Yogyakarta itu bisa diajukan menjadi Pahlawan Nasional.

"Intinya Geger Sepehi bukan peristiwa penaklukan, tetapi sebuah usaha secara masif dan barbar dibuat seolah-olah penaklukan," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved