Breaking News:

Berita Tegal

Mulai Kamis PKL Jalan Pancasila Dilarang Gelar Lapak, Ini Maksud Tujuan Pemkot Tegal

Penertiban PKL di sepanjang Jalan Pancasila berkaitan dengan proyek jembatan dan jalan oleh DPUPR Kota Tegal.

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Petugas Satpol PP Kota Tegal memberi imbauan dan mendata para PKL di Jalan Pancasila Kota Tegal, Rabu (15/7/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Satpol PP Kota Tegal menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Pancasila, Kota Tegal.

Itu dilakukan menjelang pelaksanaan proyek pembangunan jalan dan jembatan di sekitar lokasi tersebut, Rabu (15/7/2020).

Mulai Kamis (16/7/2020), puluhan PKL diminta untuk tidak berjualan di sepanjang Jalan Pancasila Kota Tegal.

Masih Masa Pandemi, Ini Tata Cara Sembelih Hewan Kurban dari Kantor Kemenag Kota Tegal

460 Sertifikat PTSL Warga Kota Tegal Diserahkan, Dedy Yon Minta Ini Jika Hendak Dijaminkan ke Bank

Sekolah Laut Sakila Kerti Jadi Media Literasi Wilayah Pesisir Tegal, Jumadi: Jangan Kasih Kendor

Pengenalan Sekolah Secara Tatap Muka Dibatalkan di Kota Tegal, Sri Ningsih: Informasinya Mendadak

Kepala Satpol PP Kota Tegal, Hartoto mengatakan, penertiban PKL di sepanjang Jalan Pancasila berkaitan dengan proyek jembatan dan jalan oleh DPUPR Kota Tegal.

Ia memperkirakan, ada sekira 170 PKL yang ditertibkan untuk tidak berdagang di Jalan Pancasila.

Menurut Hartoto, pihaknya saat ini masih memperbolehkan PKL berdagang lantaran mereka sudah menggelar lapak.

Namun Kamis (16/7/2020) semua harus benar-benar bersih.

"Sementara ini, kami masih mengarahkan dan mendata."

"Besok harus benar-benar clear," kata Hartoto kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (15/7/2020).

Seorang pedagang baju di Jalan Pancasila, Waluyo (42) mendukung pembangunan yang akan dilakukan oleh Pemkot Tegal.

Waluyo mengakui, berjualan di sepanjang Jalan Pancasila itu salah.

Namun ia berharap, Pemkot Tegal menyediakan tempat relokasi bagi pedagang di Jalan Pancasila.

"Kalau untuk pembangunan kami mendukung."

"Cuma ya tolong orang-orang di sini diselamatkan."

"Ada tempat terlebih dahulu, baru kami dipindah," katanya. (Fajar Bahruddin Achmad)

Camat Bandungan: Mayoritas Warga Terkena Covid-19 dari Klaster Pasar di Kota Semarang

Masih Nekat Tarik Pungutan ke Wali Murid, Bupati Banyumas: Si Kepala Sekolah Bakal Kami Copot

Pengusung Penantang Calon Petahana Bertambah, Partai Nasdem Usung Oji-Jeni di Pilbup Purbalingga

Kemenag Purbalingga: Sembelih Hewan Kurban, Ini Panduannya, Sesuai Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2020

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved