Berita Banyumas

Masih Nekat Tarik Pungutan ke Wali Murid, Bupati Banyumas: Si Kepala Sekolah Bakal Kami Copot

Kepala sekolah yang berada di bawah naungan Pemkab Banyumas akan dicopot dari jabatan jika tetap nekat lakukan pungutan kepada wali murid.

Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas, Achmad Husein. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Terdengar kabar masih ada beberapa sekolah yang masih atau nekat menarik pungutan kepada wali murid, Bupati Banyumas, Achmad Husein bersikap tegas.

Langkah tegas itu terkait polemik pungutan wali murid dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020-2021.

Kepala sekolah satuan pendidikan dasar negeri yang berada di bawah naungan Pemkab Banyumas akan dicopot dari jabatan jika tetap nekat melakukan pungutan dalam bentuk apa pun.

Ini Sembilan Destinasi Wisata di Kabupaten Banyumas yang Sudah Boleh Buka

Breaking News: Kompleks Pasar Wage Purwokerto Ditutup Tiga Hari, Berlaku Mulai Selasa

Ketahuan Pergi Tak Gunakan Masker, Warga Diwajibkan Ikuti Tes Swab di Banyumas

Sekolah Terlanjur Tarik Pungutan, Bupati Banyumas: Harus Dikembalikan ke Orangtua Siswa

“Sudah jelas, akan kami copot dari jabatan kalau nekat ambil pungutan, tidak ada toleransi,” kata Husein seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (12/7/2020).

Husein memberikan tenggat waktu 30 hari kepada kepala sekolah baik di tingkat SD maupun SMP negeri untuk mengembalikan semua pungutan yang pernah diminta kepada wali murid.

“Kami beri waktu sampai 10 Agustus 2020 untuk dikembalikan."

"Kalau ada yang tidak dikembalikan, laporkan saja kepada saya,” tegasnya.

Modus Mencicil Hingga Bikin Surat Pernyataan

Kebijakan Bupati Banyumas, Achmad Husein yang melarang satuan pendidikan dasar negeri memungut iuran dalam proses PPDB tahun ajaran 2020-2021 belum sepenuhnya terlaksana.

Hingga Minggu (12/7/2020), aduan dari wali murid masih membanjiri media sosial Facebook dan Instagram.

Salah satunya yakni pemilik akun Darso Adiyatma, wali murid baru di SD Negeri Plana, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas.

Dia mengaku dipungut uang Rp 160.000 guna membangun garasi sekolah.

Tak hanya itu, Pujiono (44), wali murid baru di SMP Negeri 2 Banyumas yang berhasil dikonfirmasi mengaku dipungut biaya sebesar Rp 1.450.000.

Besaran pungutan tersebut disampaikan pihak sekolah saat proses daftar ulang, Kamis (2/7/2020).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved