Teror Virus Corona
Camat Bandungan: Mayoritas Warga Terkena Covid-19 dari Klaster Pasar di Kota Semarang
Bersama Dinkes Kabupaten Semarang dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah melakukan pendataan pasien Covid-19 di Bandungan.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Kecamatan Bandungan jadi satu-satunya wilayah di Kabupaten Semarang yang masuk zona risiko tinggi virus corona.
Sebab saat ini dari 156 kasus corona di Kabupaten Semarang, 33 kasus terjadi di Bandungan.
Camat Bandungan, Anang Sukoco mengatakan, bersama Dinkes Kabupaten Semarang dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah melakukan pendataan.
• Masuk Zona Risiko Tinggi, Karaoke Bandungan Semarang Kembali Dievaluasi
• Tempat Hiburan Malam di Bandungan Siap Dibuka Lagi, Dispar Kabupaten Semarang: Ujicoba Bertahap
• Penataan Kawasan Ambarawa Dimulai Oktober, Bagian Program Kota Tanpa Kumuh di Kabupaten Semarang
• 80 Persen Orangtua di Kabupaten Semarang Ingin Sekolah Laksanakan Lagi Belajar Tatap Muka
"Dari pendataan kami, sebagian besar kasus di Bandungan berasal dari klaster pasar di Kota Semarang," jelas Anang kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (15/7/2020).
Dia menjelaskan, warga Bandungan yang terkena virus corona bekerja di pasar-pasar di Kota Semarang.
"Bandungan pusatnya sayur dan buah."
"Dari tracing yang dilakukan, warga kami berjualan di Kota Semarang dan terkena virus corona dari situ," papar Anang.
Terkait kebijakan mengevaluasi pembukaan tempat hiburan malam dan tempat wisata di Bandungan, dia memahaminya.
Anang pun telah berupaya berulangkali melakukan monitoring ke beberapa tempat hiburan malam yang ada di Bandungan.
"Kami cek bersama Satpol PP dan Dinkes Kabupaten Semarang."
"Cek protokol kesehatan yang ada di sana seperti apa," lanjutnya.
Dari pengecekan, Anang berucap bila sebagian besar tempat hiburan malam sudah memenuhi protokol kesehatannya.
Namun, dikarenakan Bandungan jadi satu-satunya wilayah di Kabupaten Semarang saat ini yang masuk zona risiko tinggi corona, maka kebijakan tersebut dirasanya perlu dilakukan.
"Artinya agar masyarakat tak gegabah melakukan sesuatu secara berkerumun," papar Anang.
Upaya edukasi ke warga Bandungan pasca ditetapkan jadi zona risiko tinggi corona, Anang menjelaskan, terus dilakukan oleh tim kecamatan dibantu oleh relawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/camat-bandungan-menyoal-kasus-covid-19.jpg)