Breaking News:

Teror Virus Corona

Camat Bandungan: Mayoritas Warga Terkena Covid-19 dari Klaster Pasar di Kota Semarang

Bersama Dinkes Kabupaten Semarang dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah melakukan pendataan pasien Covid-19 di Bandungan.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AKBAR HARI MUKTI
ILUSTRASI tempat hiburan malam, karaoke di Bandungan Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Kecamatan Bandungan jadi satu-satunya wilayah di Kabupaten Semarang yang masuk zona risiko tinggi virus corona.

Sebab saat ini dari 156 kasus corona di Kabupaten Semarang, 33 kasus terjadi di Bandungan.

Camat Bandungan, Anang Sukoco mengatakan, bersama Dinkes Kabupaten Semarang dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah melakukan pendataan.

Masuk Zona Risiko Tinggi, Karaoke Bandungan Semarang Kembali Dievaluasi

Tempat Hiburan Malam di Bandungan Siap Dibuka Lagi, Dispar Kabupaten Semarang: Ujicoba Bertahap

Penataan Kawasan Ambarawa Dimulai Oktober, Bagian Program Kota Tanpa Kumuh di Kabupaten Semarang

80 Persen Orangtua di Kabupaten Semarang Ingin Sekolah Laksanakan Lagi Belajar Tatap Muka

"Dari pendataan kami, sebagian besar kasus di Bandungan berasal dari klaster pasar di Kota Semarang," jelas Anang kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (15/7/2020).

Dia menjelaskan, warga Bandungan yang terkena virus corona bekerja di pasar-pasar di Kota Semarang.

"Bandungan pusatnya sayur dan buah."

"Dari tracing yang dilakukan, warga kami berjualan di Kota Semarang dan terkena virus corona dari situ," papar Anang.

Terkait kebijakan mengevaluasi pembukaan tempat hiburan malam dan tempat wisata di Bandungan, dia memahaminya.

Anang pun telah berupaya berulangkali melakukan monitoring ke beberapa tempat hiburan malam yang ada di Bandungan.

"Kami cek bersama Satpol PP dan Dinkes Kabupaten Semarang."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved