Berita Jateng
Pemeran Bandar Bergetar Ditahan, Video Porno Disebar Lewat Broker
pemeran laki laki dalam video Pornografi Bandar Bergetar ditetapkan tersangka dan ditahan usai polisi punya bukti cukup
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Satreskrim Polres Batang resmi menetapkan tersangka dan menahan seorang pria berinisial SAE (26) pemeran laki laki dalam video Pornografi Bandar Bergetar, yang diduga terlibat dalam penyebaran dan transaksi video bermuatan pornografi melalui grup VIP Telegram.
Ia ditahan setelah penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Batang mengantongi alat bukti yang dinilai cukup kuat, termasuk hasil laboratorium forensik digital terhadap telepon genggam tersangka.
Penetapan tersangka sekaligus penahanan pemeran laki - laki dalam video tersebut dilakulan kepolisian sekiranya pukul 16.00 WIB, Kamis (4/6/2026).
Kanit PPA Satreskrim Polres Batang, Maulidya Nur Maharanti menjelaskan, proses pengungkapan kasus sempat mengalami hambatan karena sejumlah barang bukti digital telah dihilangkan.
“Untuk bandar, kemarin kan sudah kita naikkan penyidikan, cuma kami terhambat karena barang bukti semua dihilangkan. HP hilang, bukti chat juga hilang. Jadi kami mulai dari nol,” kata Maulidya kepada Tribunjateng, Jumat (5/6/2026).
Meski demikian, polisi tetap melakukan penelusuran digital dan pemeriksaan laboratorium forensik hingga akhirnya menemukan kecocokan antara hasil forensik dengan kronologi yang sebelumnya diperoleh dari pemeriksaan para tersangka.
“Hari ini kita tetapkan sebagai tersangka dan per jam 4 sore tadi sudah masuk tahanan Polres Batang,” ujarnya.
Baca juga: Tolak SK Kepengurusan Baru, 15 PAC PPP Wonosobo Ancam Mundur Jadi Pengurus
Bukti Produksi Video di HP
Dari hasil pemeriksaan digital, polisi menemukan bahwa perangkat milik tersangka memang digunakan untuk memproduksi video yang kemudian beredar luas.
“Kalau di HP-nya tentu produksinya. Dari fotonya memang dihasilkan dari HP tersebut, terbukti,” jelasnya.
Tak hanya itu, pengembangan kasus juga membawa penyidik hingga ke Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Polisi memeriksa seorang saksi yang diketahui menjadi pelanggan grup VIP Telegram tempat video tersebut diperjualbelikan.
Menurut penyidik, saksi tersebut memperoleh video secara utuh dan asli dari grup berbayar, sehingga semakin menguatkan adanya praktik distribusi dan transaksi konten pornografi secara sistematis.
“Di Sukoharjo ada salah satu orang yang memang berlangganan di grup VIP Telegram, di mana dia mendapatkan video tersebut secara asli dan utuh. Sehingga semakin menguatkan bahwa memang ada pentransmisian dan juga jual beli video dalam kasus ini,” ungkapnya.
Dalam penyidikan, polisi juga mengungkap pola transaksi yang digunakan para pelaku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ilustrasi-pornografi.jpg)