Breaking News:

Berita Pendidikan

SMA dan SMK di Kendal Sudah Siap Kembali Laksanakan Belajar Tatap Muka

SMA dan SMK sederajat di Kabupaten Kendal tengah bersiap untuk menerapkan mekanisme pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru.

TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Diskusi Komisi E DPRD Jateng bersama pihak SMA Negeri 1 Kendal dalam pantauan rocovery Covid-19 persiapan pembelajaran di sejumlah SMA sederajat di Kabupaten Kendal, Selasa (20/6/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kabupaten Kendal tengah bersiap untuk menerapkan mekanisme pembelajaran tatap muka.

Adapun formulanya, setiap sekolah mempunyai cara tersendiri yang dianggap efektif untuk kebutuhan pembelajaran tanpa mengesampingkan kesehatan.

Dengan catatan, mekanisme pembelajaran tatap muka bisa berjalan ketika mendapatkan lampu hijau dari kepala daerah setempat juga Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Gugus Tugas Covid-19 Kota Tegal Batal Dibubarkan, Jumadi: Kami Lihat Relawan Belum Siap

Ngontel Keliling Semarang Utara, Pelaku Incar Ponsel Penghuni Kos, Polisi: Dia Beraksi Jelang Subuh

Setiap Malam Sabtu dan Minggu, Tim Gabungan Razia Warga Tak Patuh Protokol Kesehatan di Banyumas

Layanan SIM Selama Pandemi, Tiap Hari Cuma 15 Pemohon di Kabupaten Semarang

Seperti halnya di SMA Negeri 1 Kendal dan SMK Negeri 4 Kendal yang menjadi sekolah percontohan penerapan pembelajaran era new normal.

Kepala SMA Negeri 1 Kendal, Yuniasih mengatakan, secara keseluruhan pihak sekolah telah menyiapkan mekanisme pembelajaran tatap muka manakala sudah bisa dilakukan.

Katanya, setelah mendapatkan izin dari Tim Gugus Covid-19 dan Bupati Kendal Mirna Annisa, pihak sekolah siap memberlakukan pengajaran tahun ajaran 2020/2021, metode tatap muka.

"Kami sudah persiapkan matang mekanisme pembelajaran tatap muka."

"Bahkan kami sudah lakukan simulasinya, tinggal nunggu izin dari tim gugus dan pemimpin daerah," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (30/6/2020).

Beberapa opsi pembelajaran tatap muka meliputi, mekanisme pembelajaran dipadatkan hanya 4 jam x 60 menit tatap muka.

Pihaknya juga berencana menerapkan sistem shift dengan kapasitas kelas maksimal 12 orang.

Halaman
1234
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved