Berita Semarang
Layanan SIM Selama Pandemi, Tiap Hari Cuma 15 Pemohon di Kabupaten Semarang
Di hari biasa sebelum adanya wabah virus corona, pemohon SIM baru dan perpanjangan mencapai 50 pemohon, kini cuma 15 pemohon di Polres Semarang.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Jumlah pemohon surat izin mengemudi (SIM) di Kabupaten Semarang menurun drastis.
Hal itu disebabkan pandemi virus corona yang mewabah hingga saat ini.
Kasatlantas Polres Semarang, AKP Sri Hasta Birowowati menjelaskan, penurunan jumlah pemohon SIM baru maupun perpanjangan mengalami penurunan hingga 70 persen.
• Waspada Baby Boom di Sumpiuh Banyumas, Libatkan Pramuka Masifkan Sejuta Akseptor KB
• Tagar #ShameOnYouBaimWong Trending di Twitter, Klarifikasi Baim Wong: Kasihan Paula
• Ini Dasar Pertimbangan Achmad Husein, Masa Darurat Covid-19 Masih Sebulan Lagi di Banyumas
• Cerita Katy Perry Seusai Berpisah dengan Orlando Bloom: Saya Kehilangan Senyum, Jatuh, dan Hancur
"Karena ada kelonggaran masalah perpanjangan selama dua bulan ini, kami ada pembatasan."
"Sehingga penurunan mencapai 70 persen dari hari biasa," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (30/6/2020).
Dia menjelaskan, di hari biasa sebelum adanya wabah virus corona, pemohon SIM baru dan perpanjangan mencapai 50 pemohon.
"Saat corona ini hanya 10-15 orang tiap hari."
"Meski begitu selama sepekan terakhir terjadi kenaikan meski tak terlalu signifikan," jelasnya.
Dia pun menjelaskan, hingga saat ini pihaknya tetap melakukan pelayanan seperti di hari-hari biasa.
Hanya saja pihaknya melakukan upaya protokol kesehatan di antaranya penyemprotan disinfektan, pengecekan suhu badan, masker, hingga cuci tangan.
"Kami juga terbantu adanya kendaraan SIM keliling dari Ditlantas Polda Jateng untuk pelayanan ke masyarakat yang rumahnya jauh," jelasnya.
Dia menuturkan, layanan SIM keliling itu diinstruksikan untuk memberikan pelayanan di daerah perbatasan.
Seperti di Kecamatan Sumowono, Ungaran, dan Getasan Kabupaten Semarang.
Wakapolres Semarang, Kompol Ruri Prastowo menambahkan, saat ini program SIM massal masih ada.
Tetapi belum dilaksanakan lagi saat masa pandemi virus corona.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/layanan-sim-kabupaten-semarang.jpg)