Berita Jateng

Kepada Kepala Daerah di Jateng, Jokowi Minta Pakai Data Science Sebelum Terapkan New Normal

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memberikan pemaparan kondisi terkini kasus virus corona Covid-19 dan penanganannya kepada Presiden Jokowi.

Istimewa
Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah di Jateng melalui video conference dari Gradhika Bakti Praja kompleks Kantor Gubernur Jateng, Semarang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memberikan pemaparan kondisi terkini kasus virus corona Covid-19 dan penanganannya kepada Presiden Jokowi di Gedung Gradhika Bakti Praja Kantor Gubernur Jateng, Selasa (30/6/2020).

Pada kunjungan kerja di Jateng ini, Jokowi juga melakukan video conference dengan bupati dan wali kota se-Jateng.

Presiden meminta seluruh kepala daerah di Jateng agar hati-hati sebelum menerapkan tatanan hidup baru atau new normal.

"Saya titip jangan sampai membuka (new normal) tidak melalui tahapan dengan benar," katanya.

Daftar Harga Wajar Sepeda Brompton, Jangan Mau Bayar Kemahalan

Liga Spanyol Malam Ini, Berikut Prediksi dan Link Live Streaming Barcelona Vs Atletico Madrid

Diproduksi di Indonesia, Toyota Fortuner 2020 akan Rilis Lebih Awal di Vietnam

Liga Italia Malam Nanti, Berikut Prediksi dan Link Live Streaming Genoa Vs Juventus

Jangan sampai, kata dia, dilonggarkannya aturan dan melaksanakan new normal malah justru terjadi gelombang kedua atau second wave kasus penularan corona.

Ia menegaskan, setiap kebijakan yang diambil harus beerlandaskan data science dan mengikuti saran dari para ahli agar tepat sasaran.

Data science yang dimaksud yakni terkait jumlah persebaran kasus di satu daerah yang berdampak pada pemutusan rantai Covid-19.

Data science memiliki peran penting dalam memprediksi penyebaran wabah Covid-19. Dari data ini bisa mengetahui apakah dengan diterapkannya new normal dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 dan memulihkan ekonomi negara berdasarkan data yang ada.

"New normal jangan dipaksa. Ada tiga tahapan dalam pelaksanaan tatanan new normal. Tiga hapan itu ialah prakondisi, timing, dan prioritas pembukaan sektor," jelasnya.

Dewan Minta Pasar Cinde Kota Tegal Segera Diresmikan, Termasuk Lelang Ruko Baru

Rhoma Irama akan Diperiksa Polisi Seusai Tampil di Acara Khitanan, Begini Klarifikasi Raja Dangdut

Anggota DPRD yang Beri Jaminan Keluarga Pengambil Jenazah Covid-19 di Makassar Diperiksa Polisi

Terduga Pelaku Pembakar Mobil Alphard Via Vallen Sudah Ditahan Polisi

Setelah new normal diterapkan, Jokowi meminta para kepala daerah untuk rutin memonitor dan mengevaluasinya setiap pekan Jika kasus kembali meningkat, ia meminta tempat-tempat umum kembali ditutup.

"Setiap minggu dievaluasi. Kalau naik, tutup lagi. Harus berani putuskan itu," tandasnya.(mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: Rival Almanaf
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved