Kamis, 7 Mei 2026

Berita Kecelakaan

Febri Batal Ngopi Bareng Teman Perempuannya, Warga Blora Ini Tabrak Tiga Motor di Semarang

Rencana setelah bertemu dengan teman itu, dia bakal menghabiskan waktu selama satu hari di Semarang untuk ngopi-ngopi atau nongkrong santai.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/IWAN ARIFIANTO
Mobil rental yang dikendarai Febri (17) warga Kabupaten Blora diderek seusai mengalami kecelakaan lalu lintas di Tanjakan Gombel Semarang, Selasa (30/6/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Demi bertemu teman perempuannya, Febri (17) warga Kelurahan Todanan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, datang ke Semarang menggunakan mobil rental, Toyota Avanza putih bernopol B 1323 UOO, Selasa (30/6/2020).

Febri menuturkan, teman perempuannya tersebut dikenal melalui medsos beralamat di Jatingaleh Kota Semarang.

Rencana setelah bertemu dengan teman itu, dia bakal menghabiskan waktu selama satu hari di Semarang untuk ngopi-ngopi atau nongkrong santai.

30 ASN Pemprov Jateng Tertular Covid-19, Status OTG dan Jalani Isolasi di Hotel Kesambi Semarang

Dedi Mulyadi Datangi Rumah Baim Wong di Jakarta, Ajak Kolaborasi Gelar Aksi Sosial di Karawang

KPK Hari Ini, Resmi Tahan Dadang Suganda, Tersangka Korupsi Proyek RTH Kota Bandung

"Dia bukan pacar hanya teman biasa."

"Pengen ketemu dengan dia lalu mengabiskan waktu bersama di Semarang."

"Rntah di mana belum ada rencana," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (30/6/2020).

Febri berkata datang ke Semarang dari Blora, Selasa (30/6/2020) pukul 12.30.

Sebelumnya, dia belum pernah ke Kota Semarang sehingga menggunakan Google Maps sebagai petunjuk arah.

Perjalanan dari Blora hingga masuk ke Semarang lancar.

Namun ketika memasuki wilayah Kecamatan Banyumanik, Febri mulai kebingungan.

"Waktu akan masuk ke turunan itu saya bingung sebab arah tanda panah di Google Maps naik turun."

"Sehingga saya pakai insting saja dengan belok ke kanan," paparnya.

Padahal arah yang diambil Febri merupakan jalur satu arah di Tanjakan Gombel.

Mengetahui hal tersebut Febri panik namun tetap melajukan kendaraan.

Arus lalu lintas di sore hari itu ramai sebab bertepatan dengan jam sibuk pulang kerja.

Tepat di Tanjakan Gombel Semarang atau sekira 200 meter dari terowongan Jembatan Jatingaleh dia menabrak dua kendaraan.

Mulai Dikerjakan Hari Ini, Bangun Akses Penghubung Desa Patemon dan Karangturi di Purbalingga

SMA dan SMK di Kendal Sudah Siap Kembali Laksanakan Belajar Tatap Muka

Gugus Tugas Covid-19 Kota Tegal Batal Dibubarkan, Jumadi: Kami Lihat Relawan Belum Siap

Febri (17) warga Kabupaten Blora, pengemudi mobil Toyota Avanza yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Tanjakan Gombel Semarang, Selasa (30/6/2020).
Febri (17) warga Kabupaten Blora, pengemudi mobil Toyota Avanza yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Tanjakan Gombel Semarang, Selasa (30/6/2020). (TRIBUN BANYUMAS/IWAN ARIFIANTO)

Kemudian di depan warung nasi padang Bundo atau 100 meter dari lokasi pertama, dia juga menabrak seorang pengendara motor.

Ternyata mobil yang dikemudikan Febri merupakan mobil rental yang dia sewa selama satu hari dengan biaya rental Rp 150 ribu.

"Saya belum punya SIM," kata remaja yang bekerja sebagai kuli bangunan ini.

Febri menambahkan, saat mengemudikan mobil tidak mabuk atau makai obat-obatan.

Bahkan dia mengaku sangat shock dengan kejadian ini dan hanya bisa pasrah.

"Kejadian tersebut terjadi memang ketidaktahuan saya."

"Saya menyesal," tandas remaja putus sekolah ini.

Pengamatan Tribunbanyumas.com, Selasa (30/6/2020) sore, mobil Avanza putih yang dikemudiakan Febri mengalami kerusakan di bodi depan sisi kiri.

Kemudian spion kiri lepas dan bodi mobil sebelah kiri terdapat beberapa goresan panjang sekira 30 sentimeter hingga 50 sentimeter.

Saat ini Febri dibawa ke kantor Satlantas Polrestabes Semarang beserta mobil yang dikendarainya.

Kasus kecelakaan tersebut tengah ditangani Satlantas Polrestabes Semarang.

Sedangkan dari ketiga korban terdapat satu korban yang mengalami luka parah di bagian kaki yang kini dirujuk ke RSUD Ungaran. (Iwan Arifianto)

Ngontel Keliling Semarang Utara, Pelaku Incar Ponsel Penghuni Kos, Polisi: Dia Beraksi Jelang Subuh

Setiap Malam Sabtu dan Minggu, Tim Gabungan Razia Warga Tak Patuh Protokol Kesehatan di Banyumas

Ini Dasar Pertimbangan Achmad Husein, Masa Darurat Covid-19 Masih Sebulan Lagi di Banyumas

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved