Jumat, 15 Mei 2026

Berita Semarang

Cegah Kecelakaan di Silayur Semarang, Pemprov Jateng Dorong Pembangunan Ringroad Banyumanik-Mangkang

Pemprov Jateng mendorong pembangunan jalan lingkar untuk mencegah truk ODOL lewat Silayur Ngaliyan sehingga memicu kecelakaan.

Tayang:
Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Dok Dishub Semarang
CEGAH TRUK ODOL - Pemasangan portal pembatas kendaraan truk di kawasan Kedungpane, tepatnya di depan Toko Cat Djaja Agung, Jalan Semarang–Boja, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (26/4/2026) malam. Pemprov Jateng mendorong pembangunan ring road atau jalan lingkar penghubung Banyumanik hingga Mangkang untuk mencegah truk ODOL lewat Silayur dan mencegah kecelakaan berulang. 

Ringkasan Berita:
  • Pemprov Jateng mendorong pembangunan jalan lingkar untuk mencegah truk ODOL lewat Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang guna mencegah kecelakaan.
  • Jalan lingkar ini ditujukan untuk kendaraan berat dengan melintasi Banyumanik, Gunungpati, Mijen, hingga Mangkang.
  • Sekda Jateng menyebut, Silayur Ngaliyan menjadi titik rawan kecelakaan sejak akhir tahun 1990-an.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mendorong pembangunan jalan lingkar untuk kendaraan berat sebagai solusi jangka panjang kerapnya kecelakaan di Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Jalan lingkar atau ring road ini dibangun mulai Banyumanik, Gunungpati, Mijen, hingga Mangkang.

"Kami berharap, Kota Semarang bikin jalur lingkar ya, dari Banyumanuk nanti ke Gunung Pati, terus nanti ke kawasan Mijen sampai ke kawasan di Mangkang," kata Sekda Jateng Sumarno ditemui saat sosialisasi Indonesia Zero ODOL di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Gubernuran, Rabu (6/5/2026). 

Keberadaan jalan lingkar ini, kata Sumarno, akan membuat kendaraan berat tak harus masuk kota.

Baca juga: Nekat Terobos Portal Pencegah Kecelakaan di Turunan Silayur Semarang, Sopir Truk Dikejar Petugas

Angkutan barang bertonase besar dapat langsung melintas di luar kota tanpa harus melewati jalur menurun berbahaya. 

"Harapannya, transportasi berat nanti lewat jalur lingkar, tidak masuk kota dan tidak lagi naik-turun di Silayur," harapnya.

Meski demikian, realisasi jalan lingkar tersebut bergantung pada Pemerintah Kota Semarang, terutama dalam hal perencanaan lanjutan dan pembebasan lahan.  

Sebagian wilayah, seperti Banyumanik, disebut telah menyelesaikan proses pembebasan lahan, namun perlu kajian lanjutan untuk memastikan keberlanjutan proyek. 

Rawan Kecelakaan Sejak Akhir 1990-an

Diketahui, kecelakaan di tanjakan maupun turunan Silayur kerap dipicu atau melibatkan kendaraan bermuatan berat, bahkan berlebihan atau over dimension over loading (ODOL).

Sumarno mengatakan, kecelakaan lalu lintas di kawasan Silayur, Ngaliyan, terjadi sejak akhir 1990-an.

"Memang beban jalan di sana (berat) karena turunan yang terlalu panjang."

"Kejadian seperti itu sudah cukup lama terjadi." 

"Harus ada ide untuk mengalihkan (kendaraan berat)," katanya.

Baca juga: Jobfair di BBPVP Semarang Sediakan 1.300 Lowongan Kerja, Warga Genuk Ini Siapkan 10 Berkas Lamaran

Saat ini, Pemkot Semarang berupaya mencegah lewatnya truk-truk ODOL di tanjakan Silayur.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved