Berita Banjarnegara
Mengintip Rumah Makan Rakyat di Banjarnegara, Perut Kenyang Tanpa Harus Bayar
Warung yang diinisiasi Pesantren Bisnis Indonesia dan didukung berbagai unsur relawan ini didirikan untuk sebuah misi sosial.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Sebuah rumah makan di Jalan HOS Partoadiwijoyo atau barat pendopo Kabupaten Banjarnegara terlihat semakin ramai beberapa hari terakhi ini.
Beberapa warga silih berganti masuk warung untuk mendapat makanan.
Mereka pun tampak lahap menyantap menu yang tersedia di warung itu.
Tetapi ada yang aneh pemandangan di warung itu.
Seusai makan, pengunjung langsung hengkang.
Tidak ada transaksi pembayaran di kasir seperti warung pada umumnya.
• Bendera PDIP Dibakar Peserta Aksi Demo di Jakarta, Ganjar Pranowo: Kader Jangan Sampai Terprovokasi
• Tinggal Empat Pasien Positif Covid-19 di Banjarnegara, Satu Warga Batur Sembuh dan Sudah Pulang
• Asli atau Palsu? Begini Cara Mudah Mengecek Keaslian STNK Saat Beli Kendaraan Bekas
• Bantuan Sembako Pemkab Kendal Disorot Dewan, Diduga Belum Tepat Sasaran Karena Ini
Warung berlabel Rumah Makan Rakyat (RMR) ini memang berbeda.
Pemiliknya bukan pengusaha yang berorientasi pada keuntungan.
Warung yang diinisiasi Pesantren Bisnis Indonesia dan didukung berbagai unsur relawan ini didirikan untuk sebuah misi sosial.
Pengunjung yang makan di tempat ini tak perlu khawatir ditarik uang.
Menu yang disediakan di warung ini disediakan gratis bagi warga yang membutuhkan.
"Sehari minimal100 porsi, bisa lebih tergantung donasi yang masuk," kata Ahmad Fajar, koordinator dapur RMR Banjarnegara, kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (25/6/2020).
Fajar mengatakan, pendirian rumah makan rakyat itu berawal dari kegiatan dapur umum di bulan Ramadan 2020.
Saat itu, tim relawan dari berbagai unsur tiap hari bahu membahu memasak makanan di dapur umum.
500 bungkus makanan dibagikan tiap hari ke kaum dhuafa oleh relawan.
Ramadan telah berakhir, tapi semangat untuk membantu sesama belum pudar.
Terlebih, dampak pandemi virus corona masih dirasakan masyarakat hingga saat ini.
Banyak masyarakat yang kesulitan ekonomi karena pandemi virus corona.
Dengan alasan itu, pihaknya meneruskan kegiatan sosial itu dengan mendirikan warung rakyat.
Di warung ini, masyarakat, khususnya kaum dhuafa atau mereka yang terdampak wabah Covid-19 bisa makan gratis.
"Warung buka mulai pukul 12.00. Menu ganti-ganti, ayam, telur," katanya.
Fajar mengatakan, dana yang digunakan untuk kegiatan warung rakyat itu murni dari sumbangan masyarakat atau donatur.
Pihaknya pun menggalang donasi dari masyarakat yang ingin terlibat dalam kegiatan sosial itu,.
Baik dalam bentuk bahan, makanan, minuman, maupun uang.
Adapun kegiatan memasak dilakukan di dapur The Pikas Banjarnegara oleh para relawan.
Makanan yang telah matang kemudian dibawa ke warung rakyat.
Relawan lain berbagi tugas melayani pengunjung yang hendak makan di warung.
Pihaknya berharap, keberadaan warung gratis ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang kesusahan karena wabah virus corona.
Pelanggan warung itu pun beragam, mulai tukang becak, petugas kebersihan, pedagang keliling, hingga pengunjung rumah sakit.
"Ada donatur yang menyumbang beras, sayur, air mineral, dan uang," katanya. (Khoirul Muzakki)
• Kapolsek di Rembang Meninggal Karena Terpapar Covid-19, Kapolda Jateng: Dia Punya Sakit Bawaan
• 17 Kecamatan di Jateng Belum Miliki SMA Negeri: Ganjar: Kami Mau Uji Coba Sekolah Jarak Jauh
• Polisi Periksa Manager BMT Insan Mandiri, Status Saksi Kasus Penggelapan Dana Nasabah di Banyumas
• Kisah Sedih Irfangi Meninggal di Dekapan Ayahnya, Sesaat Setelah Tersambar Petir di Banjarnegara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/rumah-makan-rakyat-banjarnegara-2.jpg)