Berita Pendidikan
SMP di Kendal Boleh Layani Pendaftaran Manual, Datang ke Sekolah Tapi Wajib Patuhi Aturan Ini
Meski sudah dipersiapkan dengan metode online, masih terdapat beberapa orangtua maupun calon siswa yang datang langsung ke sekolah di Kendal.
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Sebanyak 108 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kendal mulai menggelar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran baru 2020/2021, Senin (22/6/2020).
Meski sudah dipersiapkan dengan metode online, masih terdapat beberapa orangtua maupun calon siswa yang datang langsung ke sekolah.
Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan ke beberapa SMP saat penerapan PPDB online hari pertama.
• Butuh Bantuan Penuhi Kebutuhan Pakan Satwa, TRMS Serulingmas Banjarnegara Galang Dana
• Berteduh Melepas Lelah, Penebang Pohon Tewas Tersambar Petir di Banjarnegara
• New Normal Banyumas, Atlet Wajib Kirim Surat Izin Khusus Gunakan GOR Satria Purwokerto
• Menengok Kisah Toko Sepeda Tertua di Kota Tegal, Sudah Empat Generasi Sejak 1920
Katanya, terdapat sejumlah orangtua maupun calon siswa yang datang langsung ke sekolah dengan membawa berkas pendaftaran.
"Kami cek di 5 SMP, termasuk di SMP Negeri 1 Cepiring."
"Untuk jaringan, Alhamdulillah aman."
"Hanya masih ada orangtua maupun anak yang datang langsung untuk mendaftar sekolah," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (22/6/2020).
Dijelaskannya, masih adanya warga yang datang langsung lantaran belum ada pemahaman kepada orangtua terkait sistem pendaftaran online.
Terlebih masyarakat yang tidak memiliki alat untuk akses sehingga memilih datang langsung ke sekolah untuk mengakses informasi sedetail mungkin.
Pihak Disdikbud Kabupaten Kendal pun tak melarang adanya warga yang daftar langsung ke sekolah.
Hanya saja pihaknya berharap setiap penyelenggara harus menyediakan sarana dan prasarana pencegahan Covid-19 saat pendaftaran manual dilakukan.
Hal itu guna mengakomodir calon peserta didik atau orangtua yang masih kesulitan akses PPDB online.
Termasuk semisal bila kurang mantap dan berharap informasi yang lengkap dari pihak sekolah.
Khusus bagi para pendaftar manual, berkas pendaftaran yang sudah dibawa akan langsung dilakukan verifikasi.
Hanya saja, prosedur penerimaan tetap mematuhi ketentuan yang telah berlaku.
Wahyu juga menegaskan agar para orangtua calon siswa agar tidak tergesa-gesa dalam mendaftar.
Dia berharap para calon peserta didik juga tetap tenang karena pendaftaran PPDB masih berlangsung hingga 26 Juni 2020.
"Untuk jalur tetap ada 4, yaitu jalur zonasi, prestasi, afirmasi, dan pindah tugas orangtua."
"Hari pertama semua aman dan kami harap sampai verifikasi nanti awal Juli 2020."
"Hanya saja yang kami lihat masyarakat belum mendapatkan informasi yang jelas dan cenderung ketakutan kalau-kalau tidak bisa mengakses komplet."
"Untuk itu, monggo datang ke sekolah sebagai alternatif terakhir," imbaunya.
• Selamat, Banyumas Juara I Lomba Inovasi Penataan Pasar Tradisional Tingkat Nasional
• Viral Denda Minimal Rp 250 Ribu Jika Tak Gunakan Masker, Sekda Kendal: Itu Dipastikan Hoaks
• Ini Sanksi Sosial Pelanggar Aturan PKM Kendal, Efektif Diterapkan Mulai Sabtu 20 Juni

Dalam penerimaan siswa didik baru 2020/2021, untuk seluruh SMP di Kendal daya tampung yang disediakan mencapai 12.384 siswa.
Dengan rincian, 8.864 untuk SMP negeri dan sisanya kuota untuk SMP swasta.
Sedangkan jumlah lulusan SD se Kabupaten Kendal mencapai 13.249 siswa.
Di SMP Negeri 1 Cepiring Kendal, seluruh orangtua dan siswa baru yang hendak menyerahkan berkas pendaftaran harus melalui pemeriksaan ketat.
Sekolah menyiapkan bilik sterilisasi di pintu masuk serta dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.
Aturan menjaga jarak juga diterapkan dengan ketat oleh pihak sekolah, baik saat mengambil nomor urut pendaftaran hingga penyerahan berkas untuk dilakukan verifikasi.
Kepala SMP Negeri 1 Cepiring, Zubaidi mengatakan, saat pelaksanaan PPDB ini pihaknya tetap melayani pendaftar yang kesulitan melakukan pendaftaran secara online.
Pelayanan, katanya tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat guna mencegah penyebaran virus corona.
"Guru yang menerima pendaftaran siswa baru juga menggunakan pelindung wajah dan mengatur pendaftar untuk tetap menjaga jarak."
"Kami juga sediakan bilik disinfektan di pintu masuk bagi siapapun yang hendak masuk ke wilayah sekolah," terang Zubaidi.
Hanifah salah satu pendaftar mengatakan, kedatangannya ke sekolah lantaran pihaknya kesulitan mencetak bukti verifikasi setelah pendaftaran secara online.
Kedatangannya untuk mencari informasi guna melengkapi proses pendaftaran yang sudah dilakukan.
"Sebenarnya pendaftaran online lebih mudah, namun saat terjadi kendala jadi bingung mau tanya siapa."
"Akhirnya tetap datang ke sekolah," ujarnya.
Selain Hanifah, beberapa masyarakat tampak mendatangi sejumlah sekolah.
Kebanyakan dari mereka sudah membawa berkas pendaftaran langsung untuk mendaftar manual.
Hal tersebut dilakukan guna mempermudah proses pendaftaran terlebih menghindari kendala saat proses pendaftaran berlangsung. (Saiful Ma'sum)
• Bersepeda di Jalanan Perkotaan Juga Bakal Diatur, Ini Rencana Dishub dan Satlantas Polresta Banyumas
• Pegawai BMT Insan Mandiri di Banyumas Gelapkan Uang Nasabah, Jumlahnya Bisa Capai Rp 2 Miliar
• Tiap Jumat, ASN Pemkab Banyumas Wajib Bersepeda, Berangkat Maupun Pulang Kantor
• Ini Syarat Wajib Tempat Wisata Bisa Dibuka Lagi di Banyumas