Berita Kriminal

Pegawai BMT Insan Mandiri di Banyumas Gelapkan Uang Nasabah, Jumlahnya Bisa Capai Rp 2 Miliar

Pegawai BMT Insan Mandiri, ES (24) warga Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas ditangkap petugas Satreskrim Polresta Banyumas.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Kasatreskrim Polresta Banyumas, AKP Berry saat ditemui Tribunbanyumas.com di ruang kerjanya di Mapolresta Banyumas, Jumat (19/6/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Menggelapkan uang nasabah, pegawai BMT Insan Mandiri, ES (24) warga Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas ditangkap petugas Satreskrim Polresta Banyumas, Jumat (19/6/2020).

Tersangka diduga telah menggelapkan dana nasabah di BMT Insan Mandiri itu sejak 2016.

Total kerugian nasabah akibat perbuatan tersangka itu mencapai sekira Rp 2 miliar.

Bersepeda di Jalanan Perkotaan Juga Bakal Diatur, Ini Rencana Dishub dan Satlantas Polresta Banyumas

Ini Sanksi Sosial Pelanggar Aturan PKM Kendal, Efektif Diterapkan Mulai Sabtu 20 Juni

Aturan Jam Malam Belum Diperlonggar, Kapolresta Banyumas: Masih Banyak Titik Kumpul di Pertokoan

Ini Syarat Wajib Tempat Wisata Bisa Dibuka Lagi di Banyumas

"Nasabah diminta uangnya sejak berdiri pada 2016 dengan alasan aman dan mendapat bunga yang tinggi."

"Para nasabah yang tertarik lalu menyimpan sejumlah uang."

"Yang disimpan rata-rata berbentuk deposito hingga ratusan juta Rupiah," ujar Kasatreskrim Polresta Banyumas, AKP Berry kepada  TribunBanyumas.com, Jumat (19/6/2020).

Selain deposito, tersangka juga menjanjikan investasi mobil hingga tiket proliga.

Setelah bertahun-tahun, para korban justru kesulitan ketika hendak mengambil uangnya.

Para nasabah kemudian mulai curiga dan pada akhirnya beramai-ramai mendatangi kantor BMT Insan Mandiri, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas pada Kamis (18/6/2020).

Setelah dicek ternyata hanya sebagian saja yang tercatat dalam sistem keuangan lembaga tersebut.

Kasatreskrim menjelaskan, jika tersangka memalsukan kartu dan slip setoran dengan mencetak sendiri dan tanda tangan manager yang dipalsukan.

Hal itu nampak tidak adanya stempel dan nomor seri serta nomor nasabah.

"Ini sangat berbeda dengan bentuk aslinya."

"Bila yang terbuat dari kertas seperti piagam."

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved