PKM Semarang

Resepsi Pernikahan Sudah Bisa Digelar di Kota Semarang, Tapi Harus Patuhi Aturan Ini

Hendi mencontohkan, seumpama pernikahan itu berlangsung di sebuah masjid yang berkapasitas 50 orang, orang yang hadir paling banyak 25 orang.

TRIBUN BANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyatakan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) Jilid IV bakal diberlakukan di Kota Semarang.

Penerapan PKM tersebut berlaku mulai Senin (22/6/2020) dan berakhir pada 5 Juli 2020.

Pria yang akrab disapa Hendi itu menerangkan, pada penerapan PKM Jilid IV terdapat beberapa pelonggaran.

Viral Denda Minimal Rp 250 Ribu Jika Tak Gunakan Masker, Sekda Kendal: Itu Dipastikan Hoaks

Gubernur Sebut Kota Semarang Masih Berzona Merah, Hendi: Apa Benar Cuma Tiga Daerah di Jateng?

Pegawai BMT Insan Mandiri di Banyumas Gelapkan Uang Nasabah, Jumlahnya Bisa Capai Rp 2 Miliar

Ini Syarat Wajib Tempat Wisata Bisa Dibuka Lagi di Banyumas

Seperti pelonggaran kegiatan pernikahan yang semula dibatasi 30 orang, akan diperlonggar lagi di Kota Semarang.

"Mulai Senin (22/6/2020) kegiatan pembatasan pernikahan itu dibatasi maksimal dari kapasitas ruangan 50 persen."

"Sebanyak-banyaknya ya sekira 50 orang," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (20/6/2020).

Mengenai pembatasan pernikahan, Hendi mencontohkan, seumpama pernikahan itu berlangsung di sebuah masjid yang berkapasitas 50 orang, orang yang hadir paling banyak 25 orang.

"Tapi kalau menikah di masjid atau di gereja dengan kapasitas 1.000 orang, boleh menggelar pernikahan maksimal 50 orang," katanya.

Dia berharap, perubahan tersebut bisa secara perlahan membuat masyarakat melakukan hal-hal yang terkait pandemi virus corona.

"Tidak usah ragu menjalankan aktivitas sepanjang SOP kesehatan diberlakukan," pesannya.

Selain melonggarkan penyelenggaraan pernikahan, Hendi juga meminta masyarakat tidak terkotak-kotak pada asumsi kalau medis lebih penting dari ekonomi atau sebaliknya.

"Orang mengatakan, medis tidak penting, itu keliru."

"Pada saat sehat, memang bisa menjalankan apapun."

"Orang mengatakan, ekonomi tidak perlu, itu juga keliru."

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved